RJ.COM – Memasuki usia ke-69 tahun, Provinsi Jambi mencatat sejumlah capaian pembangunan melalui program unggulan Pemerintah Provinsi Jambi di bawah kepemimpinan Gubernur Al Haris dan Wakil Gubernur Abdullah Sani.
Program tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hingga keagamaan, yang dilaksanakan secara bertahap dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Capaian tersebut mencerminkan upaya Pemprov Jambi dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di seluruh kabupaten dan kota.
Pada sektor pendidikan dan penguatan sumber daya manusia, Pemprov Jambi hingga 2024 telah menyediakan akses internet bagi 284 desa dan kelurahan blank spot yang tersebar di 10 kabupaten dan kota. Program ini ditujukan untuk memperluas akses informasi dan mendukung pembelajaran berbasis digital, terutama di wilayah terpencil.
Selain itu, bantuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB telah disalurkan kepada 20.752 siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut meliputi seragam sekolah, perlengkapan belajar, hingga pembiayaan SPP.
Pemprov Jambi juga menyalurkan beasiswa pendidikan tinggi sebagai investasi jangka panjang pembangunan daerah. Tercatat sebanyak 943 mahasiswa menerima beasiswa S1, 101 mahasiswa S2, 221 mahasiswa S3 dalam negeri, serta tujuh mahasiswa S3 luar negeri.
Di bidang kesehatan, Pemprov Jambi memperkuat perlindungan sosial melalui integrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dengan realisasi anggaran sebesar Rp128,7 miliar. Subsidi kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) juga direalisasikan sebesar Rp96,374 miliar.
Pelayanan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sejak 2021 hingga 2025 telah menjangkau 8.069 pasien dengan total anggaran Rp70,277 miliar. Selain itu, penguatan sarana dan prasarana rumah sakit serta pengadaan peralatan medis didukung melalui alokasi anggaran sebesar Rp47 miliar.
Sebagai bentuk kehadiran pemerintah hingga tingkat desa dan kelurahan, Pemprov Jambi menyalurkan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) kepada 141 kecamatan masing-masing Rp50 juta, 171 kelurahan masing-masing Rp100 juta, serta 1.414 desa dengan nilai Rp100 juta per desa.
Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan. Bantuan sosial bagi penyandang disabilitas, anak terlantar, lanjut usia, dan tuna sosial telah direalisasikan kepada 9.373 jiwa.
Pada sektor ekonomi dan ketahanan masyarakat, Pemprov Jambi hingga 2025 telah menyalurkan bantuan bedah rumah kepada 2.256 unit rumah warga. Dukungan permodalan juga diberikan kepada 7.316 pelaku UMKM, industri rumah tangga, startup, dan pelaku usaha milenial, dengan realisasi anggaran sebesar Rp48,645 miliar.
Pemprov Jambi turut mendorong pembangunan sarana prasarana pedesaan dan perkotaan, program life skill santri, serta bantuan alat dan mesin pertanian, ternak, benih, dan bibit ikan guna memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan.
Dalam rangka memperkuat nilai keagamaan, Pemprov Jambi menyalurkan bantuan operasional santri, program satu desa satu hafizh Al-Qur’an, serta bantuan umrah bagi guru ngaji dan pegawai syara. Program ini ditujukan untuk memperkuat pembangunan spiritual dan sosial masyarakat.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa pada usia ke-69 tahun, Provinsi Jambi terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan layanan publik di seluruh wilayah. (*)

















Discussion about this post