RJ.COM – Gerakan Jambi Berpantun yang diinisiasi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, berhasil meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan menghimpun 126.540 pantun dari 24.375 peserta yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Gerakan tersebut secara resmi dicanangkan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendorong pemajuan kebudayaan berbasis kearifan lokal. Kegiatan pencanangan dilaksanakan di Taman Mini Melayu Jambi (eks Arena MTQ) dan menjadi bagian dari rangkaian agenda kebudayaan daerah.
Pada kesempatan itu, Hj. Hesnidar Haris secara simbolis menyerahkan draf buku kumpulan Pantun Melayu Jambi kepada Gubernur Jambi Al Haris. Buku tersebut memuat 126.540 pantun yang dihimpun dari 24.735 partisipan, sebagai hasil partisipasi kolektif masyarakat Jambi dalam melestarikan tradisi pantun.
“Gerakan Jambi Berpantun merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga pantun sebagai warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Hesnidar Haris dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, pantun tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra lisan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter, penguat nilai sosial, serta cerminan identitas budaya Melayu Jambi.
Pantun Melayu Jambi telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2015. Selanjutnya, pada 2020, pantun Indonesia termasuk pantun Melayu Jambi mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage atau Warisan Budaya Takbenda Dunia.
Selain penyerahan buku, pada acara tersebut juga dilakukan penyerahan piagam Rekor MURI kepada Gerakan Jambi Berpantun. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian budaya daerah.
Gerakan Jambi Berpantun mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jambi serta berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah daerah berharap gerakan ini dapat menjaga keberlanjutan pantun sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu Jambi di masa kini dan mendatang.
Sebagai penutup rangkaian acara, semangat pelestarian budaya Melayu Jambi juga disampaikan melalui pantun yang menggambarkan tekad kolektif masyarakat dalam menjaga adat dan budaya daerah sekaligus menandai pencanangan Gerakan Jambi Berpantun:
Pergi ke humo membawa ikan
Balik kedusun di ahir pekan
Adat budayo kita lestarikan
Jambi berpantun kito canangkan
Kesana kemari naek kereta
Tiap hari tiada bosannya
Budaya lestari tujuan kita
Rekor MURI itu bonusnya
(Adv)

















Discussion about this post