Tanjab Timur –
Aksi demo merangkai dan membentuk pohon bonsai oleh para pengrajin serta pecinta bonsai tingkat kabupaten hingga provinsi Jambi sukses menarik perhatian pengunjung pada perayaan Anniversary ke-3 tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Home Life Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.(18/01/2026).
Acara tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah edukasi bagi para pecinta bonsai, khususnya pemula yang ingin mempelajari teknik dasar hingga lanjutan dalam membentuk pohon bonsai agar memiliki karakter, nilai estetika, dan nilai ekonomi yang tinggi.
Dalam kegiatan ini, para pencinta bonsai menampilkan berbagai koleksi bonsai unggulan yang nilainya mencapai jutaan rupiah. Beragam jenis bonsai dipamerkan, seperti Anting Putri, Beringin, serta berbagai jenis tanaman lain yang dinilai memiliki potensi estetika dan ekonomi, kegiatan anniversary ke-3 ini juga diisi dengan peragaan langsung atau demo pembuatan dan pembentukan bonsai.
Para pengrajin bonsai berpengalaman memperlihatkan tahapan merangkai pohon, mulai dari pemilihan bahan, penataan akar, pembentukan batang, hingga pengaturan cabang agar menghasilkan bonsai yang indah dan sesuai karakter alaminya.
Demo bonsai tersebut memberikan pemahaman kepada peserta dan pengunjung tentang pentingnya mengikuti kaidah dan ketentuan dalam pembentukan bonsai. Hal ini bertujuan agar tanaman dapat tumbuh sehat, seimbang, serta memiliki nilai seni yang tinggi dalam jangka panjang.
Ketua Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Kabupaten Tanjab Timur, Erwin, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kumpul dan silaturahmi antar pencinta bonsai, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan promosi bonsai kepada masyarakat luas.
“Selain mempererat silaturahmi sesama pecinta bonsai, kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan bahan-bahan bonsai, teknik pembentukan, serta melakukan aksi demo merangkai bonsai secara langsung, khususnya bagi pemula,” ujar Erwin.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pelestarian alam dan pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, bonsai bukan sekadar hobi, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber penghasilan jika dikelola dengan baik.
“Melalui bonsai, kita bisa mengedukasi masyarakat untuk mencintai dan merawat alam, sekaligus membangkitkan ekonomi kreatif. Banyak bonsai yang bernilai tinggi dan bisa menjadi peluang usaha,” tambahnya.
Anniversary ke-3 pencinta bonsai se-Provinsi Jambi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat komunitas, meningkatkan kualitas pengrajin bonsai lokal, serta mendorong Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebagai salah satu daerah pengembangan bonsai di Provinsi Jambi.(BSG).

















Discussion about this post