RJ.COM – Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menyerahkan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Brigade Pangan Tahun 2026, Rabu (21/1/2026). Penyerahan tersebut dilakukan sebagai upaya mendorong ketahanan dan swasembada pangan di Kabupaten Batang Hari.
Dalam kesempatan itu, Fadhil menegaskan pentingnya sektor pertanian sebagai penopang kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penggerak ekonomi daerah.
“Kebutuhan utama manusia adalah pangan. Mari sama-sama kita jaga swasembada pangan di Kabupaten Batang Hari,” ujar Fadhil.
Ia menekankan peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian. Menurut dia, penyuluh bertugas menyampaikan teknologi modern, teknik budidaya ramah lingkungan, serta solusi pengendalian hama kepada petani.
Kolaborasi tersebut, kata Fadhil, memungkinkan petani menerapkan inovasi secara tepat, termasuk penggunaan pupuk organik dan digitalisasi manajemen lahan.
Selain penyuluh, Bupati juga menyoroti peran Brigade Pangan, program inisiatif Kementerian Pertanian yang melibatkan petani muda, penyuluh, dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pada kesempatan itu, Fadhil meminta para petani untuk terus berkolaborasi dengan penyuluh pertanian hingga ke tingkat desa. Ia juga mengimbau pekebun kelapa sawit menjaga kualitas bibit dan melakukan pemupukan secara optimal guna meningkatkan hasil panen.
Berdasarkan data pemerintah daerah, sektor pertanian di Batang Hari menunjukkan peningkatan pada 2025, khususnya produksi padi sawah. Luas panen tercatat 6.084 hektare, meningkat dari 4.145 hektare pada tahun sebelumnya. Adapun luas tanam mencapai 7.997 hektare dengan rata-rata produktivitas 5,4 ton per hektare.
Pemerintah daerah berharap dukungan sarana dan kolaborasi lintas sektor dapat mempertahankan tren peningkatan produksi tersebut sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Batang Hari. (Adv)


















Discussion about this post