TANJAB TIMUR –
Pemerintah Daerah melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Nasrul Efendi, memastikan ketersediaan kebutuhan pangan menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan terkendali. Bahkan, berdasarkan data terkini, sejumlah komoditas pangan strategis masih berada pada kondisi surplus.
“Secara umum, ketersediaan pangan kita aman. Sampai saat ini menunjukkan bahwa stok pangan di Tanjab Timur masih surplus,” ujar Nasrul Efendi saat di hubungi media realitajambi.com.
Ia menjelaskan, Pemkab Tanjab Timur melalui Dinas Ketahanan Pangan terus melakukan koordinasi secara intensif dengan berbagai pihak, mulai dari instansi terkait, distributor, hingga pelaku usaha pangan, guna memastikan pasokan tetap terjaga selama di bulan Ramadhan.
“Kita terus berkoordinasi untuk menyiapkan ketersediaan pangan, khususnya dalam menghadapi Ramadhan ini. Jangan sampai terjadi kelangkaan yang bisa berdampak pada masyarakat,” jelasnya.
Meski stok pangan dalam kondisi aman, Nasrul mengakui ada sejumlah hal yang tetap harus diantisipasi. Salah satunya adalah peningkatan permintaan masyarakat yang umumnya terjadi menjelang dan selama bulan Ramadhan. Kenaikan permintaan ini biasanya berdampak pada fluktuasi harga, terutama untuk komoditas pangan strategis.
“Biasanya saat memasuki Ramadan, permintaan berbagai produk pangan meningkat cukup signifikan. Mulai dari beras, gula, tepung terigu minyak goreng, daging, telur, hingga kebutuhan pokok lainnya,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan menjaga stabilitas harga, pihaknya terus melakukan pemantauan rutin terhadap stok dan harga pangan di pasar-pasar tradisional maupun pusat distribusi. Selain itu, langkah antisipatif seperti penguatan cadangan pangan daerah juga terus dilakukan.
Nasrul menambahkan, pemerintah daerah siap melakukan intervensi pasar apabila diperlukan, seperti menggelar operasi pasar atau pasar murah, guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Jika nantinya ditemukan gejolak harga yang signifikan, tentu akan kita sikapi dengan langkah-langkah konkret. Prinsipnya, pemerintah hadir untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat,”ucapnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying menjelang Ramadhan. Menurutnya, ketersediaan pangan yang cukup harus diimbangi dengan perilaku konsumsi yang bijak agar stabilitas tetap terjaga.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur optimistis kebutuhan pangan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran 1447 Hijriah dapat terpenuhi dengan baik, aman, dan stabil, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman.(BSG).
















Discussion about this post