Tanjabtimur–
Kebijakan baru terkait pendistribusian gas elpiji tabung 3 kilogram mulai diberlakukan pada tahun 2026.
Berdasarkan hasil rapat antara Pertamina dan para agen yang digelar di Sungai Toman beberapa waktu lalu, setiap pangkalan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur kini hanya akan menerima sebanyak 200 tabung gas elfiji 3 Kg dalam setiap kali hantaran.
Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai upaya penataan distribusi gas elpiji subsidi agar lebih tepat sasaran serta menghindari penumpukan di satu titik pangkalan.
Sebelumnya, jumlah tabung gas elfiji yang diterima pangkalan dalam satu kali pengantaran bisa lebih dari 200 tabung. Namun mulai tahun anggaran 2026, kuota tersebut diseragamkan untuk seluruh pangkalan yang ada di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)Tanjab Timur, Rinaldi, membenarkan adanya kebijakan tersebut saat dikonfirmasi media.
“Iya benar, kebijakan itu merupakan hasil rapat antara Pertamina dan agen di Sungai Toman, dan itu adalah kebijakan dari kementerian. Untuk tahun 2026 ini, setiap pangkalan hanya menerima 200 tabung gas elfiji 3 Kg setiap kali hantaran,” ujar Rinaldi.
Rinaldi menjelaskan, kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan pemerataan distribusi gas elfiji 3 kg subsidi di tingkat pangkalan, sehingga seluruh masyarakat yang berhak, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha mikro, tetap bisa mendapatkan LPG 3 Kg sesuai peruntukannya.
“Tujuannya agar distribusi lebih merata dan tidak ada lagi pangkalan yang menerima terlalu banyak, sementara pangkalan lain kekurangan. Ini juga bagian dari pengawasan agar gas elfiji subsidi benar-benar sampai ke konsumen yang berhak,” jelasnya.
Meski demikian, Disperindag Tanjab Timur akan terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kebijakan tersebut tidak menimbulkan kelangkaan maupun antrean panjang di tingkat masyarakat.
“Kami akan tetap berkoordinasi dengan Pertamina, agen, dan pihak terkait lainnya. Jika ditemukan kendala di lapangan, tentu akan kami laporkan untuk dicarikan solusi,” tambah Rinaldi.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap membeli gas elfiji 3 Kg di pangkalan resmi serta sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, guna menghindari permainan harga dan penyalahgunaan distribusi gas elpiji bersubsidi.(BSG).












Discussion about this post