RJ.COM – Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan pokok di Provinsi Jambi dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kepastian itu disampaikan usai inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Angso Duo Baru, Kota Jambi, Rabu (18/2/2026) pagi.
Sidak dilakukan bersama Wakapolda Jambi, Danrem 042/Gapu, unsur Forkopimda, Bulog, Bank Indonesia, serta instansi terkait untuk memantau langsung stok dan harga komoditas strategis.
“Beras masih tersedia sekitar 23.000 ton. Minyak goreng 1 juta liter, gula pasir 23 ton, jagung sekitar 600 ton, daging sekitar 4 ton, dan terigu 1 ton. Artinya, untuk dua hingga tiga bulan ke depan ketersediaan pangan di Jambi aman,” ujar Sani.
Ia menegaskan, peran Bulog penting dalam menjaga stabilitas harga agar tetap sesuai ketentuan pemerintah dan tidak melampaui harga eceran tertinggi (HET). Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memantau pergerakan harga di lapangan.
“Kita pastikan harga tetap dalam koridor normal dan stabil. Jika ada lonjakan, pemerintah daerah akan melakukan langkah pengendalian agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Dalam sidak tersebut, ditemukan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Cabai rawit merah tercatat mencapai Rp 90.000 per kilogram. Telur ayam ras berada di kisaran Rp 27.000 per kilogram, telur ayam kampung Rp 2.500 per butir, telur bebek Rp 2.000 per butir, dan daging beku sekitar Rp 80.000 per kilogram.
Sementara itu, harga komoditas lainnya relatif stabil, antara lain cabai merah Rp 35.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 25.000 per kilogram, ayam ras Rp 40.000 per kilogram, serta daging sapi Rp 120.000–Rp 150.000 per kilogram, tergantung kualitas. Bawang merah tercatat Rp 34.000 per kilogram, bawang putih Rp 32.000 per kilogram, Minyakita Rp 15.700 per liter, beras medium kemasan 5 kilogram sekitar Rp 60.000, dan gula konsumsi Rp 17.000 per kilogram.
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rina Syawal, mengatakan pihaknya bersama Satgas Pengawasan Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan terus melakukan pemantauan di sejumlah kabupaten/kota di Jambi.
Pemantauan dilakukan di Sungai Penuh, Kerinci, Merangin, Sarolangun, hingga Kota Jambi. Secara umum harga relatif stabil, meski terdapat kenaikan harga daging ayam ras di beberapa daerah.
“Kami memantau harga sesuai HET dan harga acuan penjualan. Jika ditemukan harga di atas ketentuan, kami telusuri sampai ke pemasok atau produsen. Di dalam Satgas ada unsur kepolisian untuk menindak jika terjadi pelanggaran,” ujar Rina.
Ia mencontohkan, di Kabupaten Merangin ditemukan harga Minyakita melebihi Rp 15.700 per liter. Satgas bersama aparat penegak hukum langsung menelusuri kemungkinan penyebabnya, termasuk rantai distribusi yang terlalu panjang.
Untuk edukasi konsumen, Satgas memasang spanduk daftar harga resmi di pasar-pasar pantauan dan menyediakan hotline pengaduan bagi masyarakat.
Pemerintah menetapkan HET dan Harga Acuan Pembelian (HAP) untuk menjaga stabilitas harga. Di antaranya, beras premium Rp 15.400 per kilogram, beras medium Rp 14.000 per kilogram, beras SPHP Rp 13.100 per kilogram, gula konsumsi Rp 17.500 per kilogram, telur ayam ras Rp 30.000 per kilogram, daging ayam ras Rp 40.000 per kilogram, dan Minyakita Rp 15.700 per liter.
Selain pengawasan, pemerintah menyiapkan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, serta penguatan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) melalui Bulog.
Dengan langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan stabilitas harga dan ketersediaan pangan tetap terjaga selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026. (Adv)












Discussion about this post