TANJAB TIMUR –
Warga Desa Jatimulyo dan Desa Catur Rahayu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mengeluhkan kondisi jalan poros yang gelap gulita pada malam hari. Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan tersebut dinilai membahayakan keselamatan masyarakat, terlebih jalur itu kerap dilintasi buaya saat air sungai pasang.
Ruas jalan yang dimaksud membentang dari Kantor Desa Jatimulyo menuju Pasar Senin dan Desa Catur Rahayu dengan panjang kurang lebih dua kilometer. Hingga saat ini, sepanjang jalan tersebut belum dilengkapi lampu penerangan, sehingga kondisi pada malam hari sangat gelap dan rawan.
Kepala Desa Jatimulyo, Suyoto, saat dikonfirmasi media menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui dinas terkait, khususnya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), agar segera merealisasikan pembangunan jaringan PJU di sepanjang jalan tersebut.
“Kami sangat berharap kepada Bupati Tanjung Jabung Timur melalui Dinas Perkim agar pembangunan lampu penerangan jalan umum dari Kantor Desa Jatimulyo menuju Pasar Senin Desa Catur Rahayu sepanjang kurang lebih dua kilometer bisa segera direalisasikan,” ujar Suyoto.
Ia menjelaskan, kondisi jalan yang gelap total pada malam hari bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan. Apalagi, kawasan tersebut berada tidak jauh dari aliran sungai dan rawa yang menjadi habitat buaya.
“Sepanjang jalan poros itu kalau malam gelap gulita, tidak ada lampu penerangan sama sekali. Jalan tersebut juga rawan karena buaya sering naik ke jalan ketika air sedang pasang. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami sangat berharap jaringan PJU itu segera dibangun,” tambahnya.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menuju pasar, kebun, serta pusat pelayanan pemerintahan desa. Tanpa penerangan yang memadai, masyarakat terpaksa ekstra hati-hati ketika melintas di malam hari.
Warga sekitar juga mengaku merasa was-was saat melintasi jalan tersebut selepas magrib. Selain minim penerangan, kondisi lingkungan yang sepi semakin menambah kekhawatiran, terutama bagi pengendara roda dua.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti aspirasi ini, mengingat penerangan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan keamanan warga.
Dengan adanya lampu PJU diharapkan aktivitas masyarakat pada malam hari dapat berjalan lebih aman dan lancar, serta meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan maupun ancaman dari satwa liar yang kerap muncul di sekitar jalan tersebut.(BSG).












Discussion about this post