RJ.COM – Pemerintah Provinsi Jambi menggelar apel peringatan Peristiwa Pertempuran Tugu Juang Simpang Tiga Sipin sebagai wujud penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang mempertahankan Kota Jambi dari upaya pendudukan kembali oleh Belanda.
Apel berlangsung di kawasan Monumen Tugu Juang Simpang Tiga Sipin, Kota Jambi, Senin (29/12/2025) sore, dan dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi, jajaran TNI dan Polri, aparatur sipil negara (ASN), serta sejumlah elemen masyarakat.
Dalam amanatnya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa Pertempuran Tugu Juang Simpang Tiga Sipin merupakan salah satu catatan penting dalam sejarah perjuangan rakyat Jambi.
“Pada masa itu, tentara kita bersama TNI, Polri, dan rakyat berjuang mempertahankan Kota Jambi agar tidak kembali dikuasai Belanda. Simpang Tiga Sipin menjadi pusat pertempuran, dengan banyak pejuang yang gugur maupun mengalami luka,” ujar Al Haris.
Menurut Al Haris, peringatan tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai sarana menanamkan nilai persatuan dan kecintaan terhadap daerah, terutama kepada generasi muda.
“Melalui peringatan ini, kita ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap Kota Jambi. Pembangunan yang kita lakukan hari ini merupakan kelanjutan dari perjuangan para pendahulu yang tidak mudah dan penuh pengorbanan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa tantangan pembangunan di masa kini memerlukan semangat kebersamaan yang kuat, sebagaimana semangat juang yang ditunjukkan para pahlawan pada masa lalu.
“Kita menghadapi tantangan yang besar di era sekarang. Tanpa persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat, upaya membangun daerah tentu tidak akan maksimal,” ucap Al Haris.
Melalui apel peringatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi berharap nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dapat terus dijaga dan diwujudkan dalam kerja nyata demi kemajuan daerah. (Red)

















Discussion about this post