Tanjabtimur –
Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh insiden memalukan yang terjadi di SMK Negeri 3 Kecamatan Berbak. Seorang guru dan siswa terlibat kericuhan yang berujung pada aksi pengeroyokan terhadap guru serta tindakan guru yang mengejar siswa sambil membawa sebilah celurit yang beredar di media sosial.
Berdasarkan informasi yang diterima media, kejadian tersebut bermula saat seorang guru melintas di depan ruang kelas dan mendengar teriakan dari dalam kelas. Guru tersebut kemudian menanyakan siapa yang berteriak, dan salah satu siswa mengakui perbuatannya.
Tanpa basa-basi, guru tersebut diduga langsung menampar siswa yang mengaku berteriak.
Aksi tersebut memicu emosi siswa lain hingga terjadi kericuhan. Sejumlah siswa diduga melakukan pengeroyokan terhadap guru tersebut. Tidak lama berselang, guru itu juga dilaporkan sempat mengejar para siswa dengan membawa sebilah celurit, sehingga membuat situasi semakin mencekam.
Kapolsek Berbak Iptu Hans Simangunsong membenarkan adanya insiden tersebut. Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu proses mediasi yang akan dilakukan antara pihak sekolah dengan orang tua para siswa yang terlibat.
“Kami membenarkan adanya kejadian itu. Saat ini kami masih menunggu hasil mediasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa,” ujar Kapolsek Berbak singkat.
Kapolsek Iptu Hans Simangunsong mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada mekanisme yang berlaku, demi menjaga situasi tetap kondusif serta mengutamakan kepentingan dunia pendidikan.(BSG).

















Discussion about this post