Tanjabtimur –
Pasca terjadinya insiden pengeroyokan siswa terhadap seorang guru di SMK Negeri 3 Kecamatan Berbak, Kapolres AKBP Ade Candra bersama jajaran personel Polres Tanjab Timur serta Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Harmonis, melakukan kunjungan langsung ke sekolah tersebut,(15/01/2026).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat Kapolres AKBP Ade Candra beserta Jajarannya dan Kepala Bidang SMK Negeri Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, selain itu hadir juga Camat Berbak, Kacabjari Nipah Panjang, serta Danramil 419-06/Rantau Rasau, kehadiran mereka, untuk mendengarkan secara langsung keterangan dari pihak sekolah, baik kepala sekolah maupun para tenaga pendidik, terkait kronologi kejadian yang sempat mencoreng dunia pendidikan tersebut.
Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Candra mengatakan bahwa kehadirannya bersama jajaran bukan semata-mata untuk penegakan hukum, melainkan juga memastikan situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah tetap kondusif.
“Kami berharap peristiwa seperti ini tidak terulang kembali. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendidik, bukan arena kekerasan. Semua pihak, baik guru, siswa, maupun orang tua, harus sama-sama menahan diri dan menyelesaikan persoalan dengan cara yang baik,” ujar AKBP Ade Candra.
Kapolres juga menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara pendidik dan peserta didik, serta meminta pihak sekolah meningkatkan pengawasan dan pembinaan karakter siswa agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Sementara itu, Kabid SMK Negeri Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Harmonis, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi tidak tinggal diam menyikapi insiden tersebut.
“Kami dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi akan melakukan evaluasi terhadap guru tersebut, serta melihat langsung kondisi SMK Negeri 3 Berbak. Kami berharap semua pihak, baik guru maupun siswa, agar persoalan ini dapat diselesaikan,” jelas Harmonis.
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan akan mengambil langkah-langkah pembinaan lanjutan, termasuk pendampingan psikologis dan penguatan disiplin, guna memulihkan suasana belajar mengajar agar kembali normal.
Di kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Berbak, Ranto Manurung, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah melakukan upaya mediasi antara guru dan para siswa yang terlibat dalam insiden tersebut.
“Kami sudah melakukan mediasi bersama. Hasilnya, para siswa telah menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan memaafkan guru yang bersangkutan. Begitu juga sebaliknya, guru tersebut telah menyampaikan pernyataan sikap melalui surat tertulis yang disampaikan oleh Ketua Komite Sekolah,” ungkap Ranto Manurung.
Ia menambahkan, pihak sekolah berkomitmen untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bersama, sekaligus memperkuat pembinaan karakter, kedisiplinan, serta komunikasi antara guru dan siswa agar kejadian serupa tidak terulang.
Meski mediasi telah dilakukan, insiden ini tetap menjadi catatan serius bagi dunia pendidikan, bahwa penguatan nilai etika, pengendalian emosi, dan penyelesaian masalah secara dialogis masih menjadi pekerjaan rumah besar di lingkungan sekolah.(BSG).












Discussion about this post