Tanjab Timur –
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan 2026, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Pemkab Tanjab Timur) memperkuat berbagai langkah strategis guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan pokok.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga dan inflasi pangan yang kerap terjadi menjelang bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri.Pemerintah daerah Tanjab Timur memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tanjab Timur, Nasrul Efendi, didampingi kabid perdagangan Diperindag Tanjab Timur, mengatakan bahwa Pemkab Tanjab Timur telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, mulai dari pemantauan harga secara berkala hingga pelaksanaan intervensi langsung di lapangan.
“Pemkab Tanjab Timur menjalankan aksi strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, termasuk pemantauan harga di pasar serta penguatan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah,” ujar Nasrul Efendi.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional Nomor 39/TS.02.02/B.2/01/2026 tentang Jadwal Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah HBKN Ramadan–Idul Fitri Tahun 2026. Melalui surat edaran ini, pemerintah daerah diminta aktif melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang dan selama HBKN.
Untuk Kabupaten Tanjab Timur, Gerakan Pangan Murah direncanakan dilaksanakan di enam titik yang tersebar di sejumlah kecamatan. Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan digelar di Pasar KTM Plabi, Kecamatan Geragai, Selasa (3/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Tanjab Timur bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Kuala Tungkal menyediakan berbagai komoditas pangan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Komoditas yang disediakan meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, serta daging kerbau beku.
Nasrul Efendi berharap, melalui Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil sekaligus membantu pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
“Dengan adanya pasar murah ini, kami berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan ketersediaan pangan di pasaran aman selama bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya. (BSG).

















Discussion about this post