Bupati Hj. Dillah Hikmah Sari Sambut Investor Dari Jerman, Teliti Potensi Kelapa Dalam di Tanjab Timur

Tanjabtimur –
Upaya percepatan hilirisasi komoditas unggulan kelapa dalam di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) terus menunjukkan progres positif. Hal ini ditandai dengan kunjungan Tim Expert Roeki (Roemah Kelapa Indonesia) bersama perwakilan Kementerian PPN/Bappenas dan calon investor asal Jerman .

Rombongan yang dipimpin oleh Prof. Dr Johanes Simatupang, SE.MSi bersama investor Mr. Philips Wallat. bertujuan untuk berkoordinasi dan meninjau secara langsung potensi daerah sekaligus melihat kesiapan Tanjab Timur dalam mengembangkan industri hilirisasi berbasis kelapa.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, bersama staf ahli serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Dillah Hikmah Sari mengatakan. Pemerintah daerah berkomitmen dalam mendukung pengembangan industri kelapa dalam yang ada di Kabupaten Tanjab Timur.

Kabupaten Tanjab Timur memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra kelapa dalam yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

“Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi investor. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh, bahkan karpet merah bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Tanjab Timur,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, di tengah kondisi efisiensi anggaran, kehadiran investor menjadi salah satu solusi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dillah Hikmah Sari menjelaskan bahwa hilirisasi kelapa merupakan bagian dari program strategis nasional yang didorong oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PPN/Bappenas.

Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa melalui berbagai produk turunan, seperti minyak kelapa, santan, sabut kelapa hingga tempurung.

Di sisi lain, Mr. Philips Wallat melalui juru bicaranya menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi kelapa dalam di Tanjab Timur. Ia menilai daerah ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat industri pengolahan kelapa yang berorientasi ekspor.

Saat ini, pihaknya masih melakukan kajian lebih mendalam terhadap potensi turunan kelapa, khususnya pada bagian sabut dan batok kelapa yang dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi.

Kedua komoditas tersebut rencananya akan diteliti lebih lanjut di negaranya guna melihat peluang pengembangan produk berbasis teknologi di pasar internasional.

Langkah ini menjadi bagian dari penjajakan awal sebelum realisasi investasi, sekaligus untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Tanjab Timur dapat diolah secara optimal dan berdaya saing global.

Dengan adanya penelitian tersebut, diharapkan ke depan dapat tercipta inovasi produk turunan kelapa yang tidak hanya bernilai tambah tinggi, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor dan memperkuat posisi Tanjab Timur sebagai salah satu sentra kelapa unggulan di Indonesia.(BSG).