RJ.COM – Kabupaten Batang Hari menjadi pusat kegiatan virtual nasional Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang diikuti 16 provinsi se-Indonesia, Selasa (21/4/2026). Agenda strategis tersebut dipimpin langsung Wakil Menteri Pertanian RI, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jambi Alharis, Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief, S.E., Camat Muara Bulian, Kepala Dinas Pertanian, Asisten II Setda Batang Hari, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Satuan Lalu Lintas Polres Batang Hari, kelompok tani, dan penyuluh pertanian.
Dalam arahannya, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA menegaskan pentingnya memanfaatkan musim penghujan untuk percepatan tanam. Hal ini mengingat adanya prediksi fenomena El Nino Godzilla yang diperkirakan akan melanda wilayah Indonesia mulai Juni mendatang.
“Benih dapat kami berikan secara gratis, pupuk tersedia dengan subsidi, tetapi air tidak dapat kami adakan. Mumpung saat ini musim hujan, tanam sekarang, tanam segera,” tegas Sudaryono.
Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang sedang digalakkan pemerintah bertujuan untuk mengoptimalkan lahan tidak produktif, khususnya lahan rawa, menjadi areal persawahan produktif guna mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa provinsi di Indonesia melalui sambungan virtual dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab langsung bersama Wakil Menteri Pertanian.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Batanghari melaporkan bahwa dari total luas baku sawah yang mencapai lebih dari 8.200 hektare, pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Batanghari menargetkan dapat menutup defisit konsumsi beras di daerah.
Fadhil Arief juga menyampaikan permohonan dukungan kepada pemerintah pusat terkait pembangunan infrastruktur irigasi, pengadaan pompa air bertenaga surya, serta mesin pengering padi untuk meningkatkan kualitas hasil panen.
Sementara itu, Gubernur Jambi menekankan perlunya perubahan pola tanam dari yang semula satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan beras di Provinsi Jambi secara berkelanjutan.
Menutup rangkaian kegiatan, Wakil Menteri Pertanian menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para penyuluh pertanian.
Beliau menegaskan bahwa saat ini Indonesia telah mencapai kemandirian pangan dan tidak lagi melakukan impor beras. Kendati demikian, kewaspadaan terhadap potensi ancaman kekeringan akibat El Nino tetap harus menjadi perhatian bersama. (Adv)
