Tanjabtimur –
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) meluncurkan inovasi digital bertajuk “Grup Sapi Online TJT” guna membantu peternak lokal memasarkan hewan ternak secara lebih mudah dan cepat.
Program ini memanfaatkan aplikasi WhatsApp sebagai media pemasaran ternak, sehingga peternak tidak lagi harus membawa sapi atau kambing mereka ke pasar ternak yang lokasinya jauh dan membutuhkan biaya tambahan.
Sekretaris Disbunak Tanjabtim, Sapura, mengatakan inovasi tersebut hadir untuk menjawab persoalan klasik yang selama ini dihadapi peternak, yakni sulitnya akses pasar dan ketergantungan terhadap tengkulak.
“Melalui grup ini, peternak bisa langsung menawarkan ternaknya kepada calon pembeli tanpa perantara. Dengan begitu, posisi tawar peternak menjadi lebih baik,” ujarnya.
Dalam grup WhatsApp tersebut, peternak cukup mengunggah foto maupun video hewan ternak yang akan dijual. Selain itu, mereka juga diminta mencantumkan informasi lengkap seperti berat badan ternak, usia hewan, hingga harga yang ditawarkan.
Menurut Sapura, sistem ini dinilai lebih praktis karena pembeli dapat melihat kondisi hewan secara langsung melalui unggahan digital sebelum melakukan transaksi.
Saat ini, anggota grup masih terdiri dari kepala desa dan ketua kelompok peternak di seluruh wilayah Tanjabtim. Namun ke depan, Disbunak berencana memperluas keanggotaan hingga mencakup seluruh peternak secara individu. Pemerintah daerah, lanjut Sapura, hanya berperan sebagai fasilitator dan tidak ikut campur dalam proses transaksi jual beli.
“Kami hanya memfasilitasi. Tidak ada biaya admin maupun potongan apa pun dari pemerintah. Transaksi dilakukan langsung antara peternak dan pembeli,” jelasnya.
Selain mempermudah pemasaran, Disbunak juga memastikan kualitas dan kesehatan hewan ternak yang dipasarkan melalui grup tersebut tetap terjamin. Setiap hewan yang dijual akan diperiksa terlebih dahulu oleh mantri hewan di masing-masing kecamatan.
Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan ternak dalam kondisi sehat, layak konsumsi, dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban sesuai ketentuan syariat.
Disbunak berharap inovasi “Sapi Online” ini dapat menjadi solusi pemasaran modern bagi peternak lokal sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat peternakan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Kami ingin peternak lebih profesional, memiliki akses pasar yang luas, dan pembeli juga merasa aman karena ternak yang dijual sudah diperiksa kesehatannya,” tutup Sapura.(BSG).
