Sidak RSUD Nurdin Hamzah, Bupati Dillah Minta Dibuat Call Center Pengaduan dan Ancam Copot ASN Tak Disiplin

Tanjabtimur —
Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Dillah Hikmah Sari kembali menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD Nurdin Hamzah.

Dalam sidak tersebut, Bupati Dillah secara tegas meminta pihak rumah sakit untuk segera membuat layanan call center pengaduan masyarakat agar setiap keluhan pasien maupun keluarga pasien dapat langsung diterima dan ditindaklanjuti dengan cepat.

Menurutnya, keberadaan call center sangat penting sebagai bentuk keterbukaan pelayanan publik sekaligus memudahkan masyarakat dalam menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami saat mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Saya minta dibuatkan call center pengaduan masyarakat. Jadi ketika ada masyarakat yang merasa tidak dilayani dengan baik atau ada persoalan di rumah sakit, bisa langsung melapor. Jangan sampai keluhan masyarakat tidak terdengar,” tegas Dillah.

Tidak hanya itu, Dillah juga meminta manajemen RSUD Nurdin Hamzah agar rutin melaporkan aktivitas dan kondisi pelayanan rumah sakit setiap hari langsung kepada dirinya. Hal tersebut dilakukan agar pemerintah daerah dapat terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit milik daerah tersebut.

“Saya minta setiap hari ada laporan terkait kegiatan rumah sakit, kondisi pelayanan, pasien dan berbagai persoalan yang terjadi. Dengan begitu kita bisa cepat melakukan evaluasi dan perbaikan,” katanya.

Dalam sidak yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya itu, Bupati Dillah didampingi Asisten I Suhas Purojani, Kadis Kominfo Fajar Alamsyah, Kadis Kesehatan Nasrul Diman dan Kasat Pol PP Gustin.

Kedatangan rombongan bupati secara mendadak membuat suasana rumah sakit sedikit tegang. Sejumlah tenaga kesehatan tampak terkejut saat Bupati memasuki ruang pelayanan hingga ruang rawat inap pasien.

Bupati juga menyempatkan diri berbincang langsung dengan pasien dan keluarga pasien untuk menanyakan pelayanan yang mereka terima selama menjalani perawatan di RSUD Nurdin Hamzah.

Dalam kesempatan tersebut, Dillah kembali mengingatkan bahwa tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat. Ia menilai pelayanan yang baik bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga sikap, keramahan dan kepedulian terhadap pasien.

“Jangan sampai ada pasien yang diabaikan. Orang datang ke rumah sakit itu ingin ditolong, bukan dipersulit. Layani masyarakat dengan benar dan dengan hati,” ujarnya.

Bahkan, Dillah menegaskan dirinya tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap aparatur yang tidak disiplin maupun tidak menjalankan tugas pelayanan dengan baik.

Ia mengatakan bagi ASN yang tidak taat aturan dan tidak menunjukkan kinerja yang baik akan dilakukan mutasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya tegaskan, ASN yang tidak taat aturan dan tidak bekerja dengan baik akan kita evaluasi dan bisa dilakukan mutasi,” tegasnya.

Tidak hanya ASN, peringatan keras juga diberikan kepada pegawai PPPK baik penuh waktu maupun paruh waktu. Menurut Dillah, pegawai yang tidak mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat akan diberhentikan.

“Begitu juga PPPK penuh waktu maupun paruh waktu, kalau tidak bisa melayani masyarakat dengan baik maka akan diberhentikan. Karena kita digaji oleh negara untuk melayani masyarakat, bukan sebaliknya,” katanya.

Menurut Dillah, pelayanan kesehatan merupakan pelayanan dasar yang harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, seluruh tenaga kesehatan diminta bekerja secara profesional, disiplin dan mengutamakan kepentingan pasien. Ia juga menekankan bahwa sikap ramah dan pelayanan yang tulus menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan pasien.

“Ketika pasien datang lalu disambut dengan senyum, pelayanan cepat dan perhatian yang baik, itu sudah menjadi obat pertama bagi mereka. Jadi saya minta pelayanan di rumah sakit ini terus ditingkatkan,” harapnya.

Dari hasil sidak tersebut, Bupati mengaku bersyukur karena pelayanan secara umum berjalan cukup baik dan lancar. Meski demikian, evaluasi akan terus dilakukan agar kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur semakin baik dan benar-benar dirasakan masyarakat.(BSG).