Peringati Harlah ke-80, Muslimat NU Muara Sabak Barat Gelar Pengajian Selapanan dan Rotibul Haddad

TANJAB TIMUR –
Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Muara Sabak Barat menggelar pengajian rutin selapanan dan Rotibul Haddad di Mushola Darusalam RT 10 RW 02 Dusun Danau, Kelurahan Parit Culum II, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan tersebut dihadiri pengurus Muslimat NU, jamaah pengajian, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara sejak pagi hari.

Kegiatan pengajian ini
Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Menegakkan Peradaban,” peringatan Harlah Muslimat NU kali ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat peran perempuan dalam menjaga tradisi keagamaan dan membangun kehidupan sosial kemasyarakatan.

Acara diawali dengan pelaksanaan sholat dhuha berjamaah, dilanjutkan pembacaan Rotibul Haddad, melaksanakan doa arwah bersama, serta pengajian agama yang berlangsung dengan suasana penuh kekhusyukan.
Jamaah tampak khidmat mengikuti setiap rangkaian kegiatan hingga selesai.

Ketua PAC Muslimat NU Muara Sabak Barat, Dewi Munawarah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa usia ke-80 Muslimat NU merupakan perjalanan panjang organisasi dalam mengabdi kepada umat dan bangsa.

Menurutnya, Muslimat NU harus terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan perempuan dan keluarga.

“Muslimat NU harus terus menjaga tradisi keagamaan ahlussunnah wal jamaah, memperkuat kemandirian keluarga, serta ikut berkontribusi dalam membangun peradaban yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan pengajian rutin selapanan dapat terus menjadi wadah mempererat silaturahmi antarjamaah sekaligus meningkatkan pemahaman ilmu agama di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, tausyiah agama disampaikan oleh Al-Ustadz Agus Salim dari Kecamatan Nipah Panjang. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mendoakan anak-anak agar diberikan keselamatan dunia dan akhirat serta tumbuh menjadi generasi yang beriman dan berakhlak mulia.

“Jangan pernah lelah mendoakan anak-anak kita. Karena doa orang tua menjadi salah satu kekuatan terbesar bagi keselamatan dan masa depan mereka,” pesan Ustadz Agus Salim di hadapan jamaah.

Suasana semakin hangat saat kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Muslimat NU yang telah memasuki usia ke-80 tahun.

Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua MWC NU Muara Sabak Barat, Muhammad Hanan, yang kemudian diserahkan kepada Ketua PAC Muslimat NU Muara Sabak Barat, Dewi Munawarah, sebagai bentuk dukungan dan kebersamaan dalam membesarkan organisasi.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antarjamaah.

Nuansa kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah begitu terasa sepanjang acara berlangsung.(BSG).