Tanjabtimur –
Dari keterbatasan sarana latihan hingga direkrut langsung oleh PB Perbakin. Kisah Syarif Maulana Irfan, remaja 18 tahun lulusan SMAN 8 Tanjung Jabung Timur, jadi bukti bahwa prestasi lahir dari kerja keras, bukan dari latar belakang.
Remaja asal Tanjab Timur ini baru saja mendapat kesempatan emas bergabung dalam pemusatan pelatihan di bawah naungan Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesia – PB Perbakin, setelah prestasinya di cabang olahraga menembak Air Pistol 10 Meter menarik perhatian Ketum PB Perbakin, Letjen TNI Purn. Joni Supriyanto.
Padahal Syarif baru menekuni dunia menembak sekitar 1 tahun di Perbakin Tanjab Timur, di bawah bimbingan Peltu Sana Candra Suseno.
“Dia anaknya tekun, cepat menyerap arahan pelatih. Meski latihan dengan keterbatasan sarana, semangatnya luar biasa dan pantang menyerah,” ujar Peltu Sana.
Di ajang Pobnas Syarif menyumbang medali perak untuk tim beregu. Di nomor perorangan Air Pistol 10 Meter ISSF, ia menembus babak final dan finish di peringkat 5 besar nasional. Skor terbaiknya saat latihan mencapai 568, sementara saat bertanding resmi ia pernah menembus 550.
Perjalanan Syarif tidak mudah. Ia berasal dari keluarga sederhana. Kedua orang tuanya, perantau asal Minangkabau, Sumatera Barat, merantau ke Tanjab Timur sejak 2012.
Sebenarnya Syarif sudah lolos SNBP jalur PTN di Universitas Jambi. Namun karena orang tuanya masih membiayai kakaknya kuliah, ia memilih fokus mengejar prestasi di bidang menembak.
“Keputusannya berat, tapi dia pilih fokus. Dia bilang mau banggakan orang tua lewat prestasi,” kata Peltu Sana.
Berkat capaian skor dan mental bertandingnya, nama Syarif akhirnya masuk radar PB Perbakin. Ia kini bergabung bersama atlet-atlet potensial dari seluruh Indonesia dalam program pembinaan khusus PB Perbakin.
Jika grafik prestasinya terus naik, peluang untuk masuk Tim Pelatnas terbuka lebar.
“Kita doakan Syarif bisa terus berkembang. Targetnya jelas, bisa mengharumkan nama Tanjab Timur, Jambi, bahkan Indonesia di kancah internasional,” pungkas Peltu Sana.(BSG).
