Tanjab Timur —
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mendidik anak dan membangun keluarga.
Maulid Nabi Muhammad SAW, dilaksanakan di mushola Al Ijtihad Rt 15 RW 01 Kelurahan Talang Babat Kecamatan Muara Sabak Barat Kabupaten Tanjab Timur (29/08/2026).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kali ini mengangkat tema “Dengan Meneladani Rasulullah SAW Kita Wujudkan Generasi Yang Berakhlak Dan Penuh Kepedulian”
Dalam Tausiyahnya Al Ustadz Junaedi mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diucapkan melalui salawat, tetapi harus dibuktikan melalui perubahan sikap dan perilaku.
Ia mengajak para orang tua untuk saling menasihati dalam kebaikan. Menurutnya, tugas setiap umat bukan untuk menghakimi, melainkan saling mengingatkan agar kehidupan keluarga dan masyarakat semakin baik.
“Saya yakin Bapak Ibu, tanpa disebutkan, karena tugas kita cuma sebatas menasihati dan saling menasihati. Salah saya pun, Ibu pun bisa menasihati,” ujar penceramah.
Ia menekankan pentingnya membiasakan anak-anak dengan kegiatan keagamaan, termasuk melaksanakan salat berjemaah. Menurutnya, pendidikan agama tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus dibentuk melalui kebiasaan dan keteladanan orang tua.
Karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan akhlak anak sejak dini.
“Didiklah anak-anak kita menjadi anak-anak yang saleh dan salehah. Kita jagalah anak keluarga kita dari api neraka,” katanya.
Pesan tersebut sejalan dengan kandungan QS. At-Tahrim ayat 6, yang mengingatkan orang-orang beriman untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka.
Al Ustadz Junaedi mengajak jamaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun kehidupan keluarga. Menurutnya, keteladanan Nabi Muhammad SAW harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, serta cara orang tua mendidik anak.
“Dengan meneladani akhlak Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, insyaallah terwujudlah generasi anak-anak kita yang saleh dan salehah,” tuturnya.
Ia berharap pendidikan akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga, sehingga tercipta rumah tangga yang penuh ketenangan, kasih sayang dan keberkahan.
“Mudah-mudahan keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, dan menjadikan anak-anak kita menjadi anak-anak yang saleh dan salehah,” ujarnya.
Di akhir tausiyah, penceramah juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat perkataan yang kurang berkenan selama menyampaikan nasihat kepada jamaah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada seremonial, tetapi diwujudkan melalui perubahan sikap, penguatan pendidikan akhlak, serta keteladanan di lingkungan keluarga.(BSG).
