TANJAB TIMUR –
Menghadapi cuaca kemarau yang semakin panas dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur akan menggelar Shalat Istisqa secara berjamaah.
Shalat minta hujan ini dijadwalkan pada Rabu, 2 September 2026 pukul 08.30 WIB sampai selesai. Lokasinya di Lapangan Kantor Bupati Tanjung Jabung Timur.
Kepala Dinas Kominfo Tanjab Timur, Fajar Alamsyah, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual Pemkab Tanjab Timur di tengah kondisi kemarau dan cuaca ekstrem yang melanda daerah.
“Kegiatan ini digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan. Sekaligus menindaklanjuti imbauan dari Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia dan MUI Provinsi Jambi,” jelas Fajar.
Dalam surat edaran Sekretariat Daerah, seluruh unsur pemerintah dan masyarakat diimbau untuk hadir bersama-sama.
Pemkab Tanjab Timur meminta seluruh Kepala OPD untuk mengajak seluruh ASN dan PHTT di lingkupnya. Masyarakat umum juga terbuka untuk ikut serta.
Ada beberapa ketentuan yang diminta panitia:
1. Mengenakan pakaian berwarna putih
2. Khusus laki-laki diimbau membawa syal
3. Datang tepat waktu di Lapangan Kantor Bupati
Shalat Istisqa dan Harapan Redanya Karhutla
Shalat Istisqa adalah ibadah sunnah yang dilakukan umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan.
Selain berdoa, Pemkab Tanjab Timur juga berharap kegiatan ini menjadi momentum introspeksi diri dan mempererat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan.
“Dengan kondisi cuaca yang masih panas dan potensi kebakaran lahan yang perlu diwaspadai, kami berharap kegiatan ini dapat diikuti secara bersama-sama sebagai bentuk ikhtiar lahir dan batin,” tambah Fajar.
Pemkab Tanjab Timur terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melapor jika melihat titik api.(BSG).
