Tanjab Timur —
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur mencatat luas lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari awal Januari hingga akhir September mencapai 667,17 hektar.
Kepala Pelaksana BPBD Tanjab Timur, Amri Juhardy, mengungkapkan bahwa luasan tersebut tersebar di sejumlah wilayah kecamatan. Berdasarkan data hingga 28 September malam, tiga wilayah dengan cakupan terluas meliputi.
Kecamatan Muara Sabak Barat dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 249 hektar.
Kecamatan Berbak seluas 245 hektar, dan Kecamatan Sadu seluas 82 hektar.
Menurut Kepala pelaksana BPBD Tanjung Jabung Timur Amri juhardy. Saat ini, tim gabungan terus berjibaku melakukan penanganan di lapangan pada beberapa titik fokus utama.
Lokasi prioritas tersebut mencakup kawasan Desa Sadu di Kecamatan Sadu, Desa Rantau Rasau di Kecamatan Berbak yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), serta kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang di Kecamatan Sabak Barat yang meliputi Kelurahan Teluk dawan dan Kelurahan Parit Culum I.
Dalam proses pemadaman, Amri menyebutkan bahwa pihaknya menghadapi kendala utama di lapangan, yakni minimnya curah hujan akibat musim kemarau yang menyebabkan kesulitan dalam mencari sumber air, lahan gambut yang membuat api sangat susah di padamkan.
Meski demikian, BPBD terus mengoptimalkan berbagai langkah penanggulangan bersama unsur lintas sektor, termasuk TNI, Polri, pihak perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pemerintah kecamatan dan desa setempat.
Upaya mitigasi yang digencarkan meliputi pembuatan kanal, penyediaan mobil tangki air, dan pembangunan embung-embung air.
Operasi pemadaman dan penanganan karhutla ini turut didukung oleh kekuatan personel sebanyak 49 orang, yang terdiri dari 21 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan 28 pegawai di lingkungan BPBD Tanjab Timur.
Pihak BPBD terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar demi mencegah meluasnya dampak karhutla di wilayah Tanjab Timur.(BSG).
