Warga Muara Sabak Menjerit Solar B50 Tak Kunjung Tiba

Tanjab Timur –
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar B50 di SPBU 24.365.56 Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menuai keluhan warga. Sudah hampir empat hari pasokan tidak kunjung tiba, membuat aktivitas warga terganggu.

Pantauan media di lapangan, Kamis (23/10/2026), SPBU 24.365.56 yang berada di pusat Kota Muara Sabak tampak sepi. Tidak ada antrean kendaraan solar seperti biasanya. Papan informasi solar di area dispenser juga tidak beroperasi.

Kondisi ini dikeluhkan warga. Salah satunya Habiberaffa, warga Muara Sabak. Ia mengaku kecewa karena tidak ada kepastian kapan solar B50 akan kembali tersedia.

“Sudah hampir empat hari kami bolak-balik cek SPBU, solar belum ada juga. Kami butuh solar untuk kerja harian. Ini sangat mengganggu,” ungkap Habiberaffa kepada media ini.

Ia mempertanyakan kinerja distribusi Pertamina wilayah Jambi. Menurutnya, Muara Sabak sebagai ibu kota kabupaten seharusnya menjadi prioritas distribusi.

“Kami minta Pertamina Jambi jangan diam. Tolong jelaskan apa kendalanya dan kapan solar masuk lagi ke Muara Sabak. Jangan biarkan kami menunggu tanpa kepastian,” tegasnya.

Sementara itu, pihak SPBU 24.365.56 melalui pengurusnya, Edo, membenarkan kekosongan tersebut. Ia menyebut keterlambatan murni karena distribusi dari Pertamina belum masuk.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat khususnya pengguna solar. Untuk biosolar memang hingga saat ini belum didistribusikan oleh pihak Pertamina. Kalau Pertalite dan Pertamax tetap aman,” kata Edo.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jambi terkait penyebab tersendatnya pasokan Solar B50 ke Muara Sabak.

Masyarakat berharap Pertamina segera melakukan evaluasi distribusi dan memberikan transparansi informasi agar roda perekonomian warga yang bergantung pada solar tidak lumpuh total.(BSG).