Dari Madrasah ke Peradaban, Kegelisahan Tenang, Tentang Arah Pendidikan Islam

Tanjabtimur –
Sebuah buku berjudul Dari Madrasah ke Peradaban lahir dari apa yang disebut penulisnya sebagai “kegelisahan yang tenang”. Bukan kegelisahan yang meledak-ledak, melainkan kegelisahan yang tumbuh perlahan melalui pengamatan panjang terhadap dinamika pendidikan Islam yang terus bergerak di tengah perubahan zaman.

Saat berdialog dengan media
Penulis buku tersebut, Dr, Sisran. S.Ag. M.Pdi menjelaskan bahwa kegelisahan itu muncul dari pengalaman langsung di ruang-ruang kelas, forum rapat lembaga, percakapan bersama para pendidik, hingga dinamika kebijakan pendidikan. Dalam berbagai ruang itu, ia menemukan satu pertanyaan yang terus berulang dalam bentuk berbeda: ke mana arah pendidikan Islam sedang berjalan?

Menurutnya. Pendidikan Islam hari ini tidak hidup di ruang yang sunyi. Ia berada di tengah arus globalisasi yang menghadirkan percepatan, kompetisi, serta tuntutan keterukuran dalam berbagai aspek. Perubahan zaman membawa tantangan baru yang tidak bisa dihindari, termasuk dalam tata kelola lembaga pendidikan.

Di satu sisi, modernisasi menawarkan peluang besar. Akses pendidikan semakin terbuka, mutu dapat ditingkatkan melalui berbagai inovasi, dan tata kelola kelembagaan semakin profesional.

Namun di sisi lain, tekanan administratif dan kuatnya logika pasar kerap mendorong pendidikan menjauh dari tujuan dasarnya sebagai proses pembentukan manusia yang utuh.
Ketegangan antara idealisme dan realitas inilah yang menjadi latar lahirnya buku tersebut.

Dr Sisran menilai bahwa pendidikan Islam perlu kembali merefleksikan pijakan filosofisnya agar tidak terjebak semata-mata pada ukuran-ukuran formal dan capaian administratif.

Judul Dari “Madrasah ke Peradaban” dipilih bukan sebagai metafora berlebihan, melainkan sebagai penegasan posisi. Madrasah dipahami sebagai simbol pendidikan Islam dalam arti luas, bukan sekadar institusi formal. Sementara peradaban dimaknai sebagai hasil panjang dari proses pendidikan yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak suatu umat.

Melalui buku ini, Dr Sisran ingin menunjukkan bahwa hubungan antara pendidikan Islam dan peradaban bukanlah hubungan retoris. Pendidikan memiliki peran strategis dalam menentukan arah perjalanan umat. Cara generasi dididik hari ini akan menentukan wajah masyarakat di masa depan.

Buku ini diharapkan menjadi bahan refleksi bagi para pendidik, pengelola lembaga, pembuat kebijakan, serta masyarakat luas agar pendidikan Islam tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan ruh dan orientasi.(BSG).