Tanjabtimur–
Bupati Dillah Hikmah Sari secara terbuka menyebut Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) sebagai kabupaten termiskin di Provinsi Jambi. Pernyataan itu disampaikannya saat menerima kunjungan reses Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, H. A. Bakri, dalam masa persidangan III di Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung.
Di hadapan anggota legislatif pusat tersebut, Dillah tidak menutup-nutupi kondisi riil daerah yang dipimpinnya. Ia menyampaikan bahwa berbagai indikator pembangunan di Tanjab Timur masih berada pada posisi yang memprihatinkan dibanding kabupaten/kota lain di Provinsi Jambi.
“Kita harus jujur mengakui, Tanjab Timur saat ini masih disebut sebagai kabupaten termiskin se-Provinsi Jambi. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita masih rendah, angka stunting masih tinggi, dan infrastruktur dasar masih banyak yang belum memadai,” ujarnya.
Menurut Dillah, rendahnya IPM menjadi tantangan besar karena mencerminkan kualitas pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat yang masih perlu ditingkatkan. Di sisi lain, persoalan stunting yang tinggi menunjukkan masih lemahnya pemenuhan gizi dan layanan kesehatan ibu dan anak di sejumlah wilayah di Tanjab Timur.
Tak hanya itu, Bupati juga menyoroti masih banyaknya rumah tidak layak huni di sejumlah desa. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih ditemukan rumah-rumah kumuh yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak, bahkan masih menggunakan WC cemplung.
“Kenapa kita dibilang termiskin? Karena faktanya memang masih banyak rumah kumuh, sanitasi belum layak, dan masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami di daerah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dillah berharap kehadiran H. A. Bakri sebagai wakil rakyat di Senayan dapat menjadi jembatan aspirasi masyarakat Tanjab Timur ke pemerintah pusat.
Ia meminta dukungan agar anggaran dari APBN dapat lebih besar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, perumahan rakyat, penanganan stunting, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
“Harapan kami, melalui Pak Haji Bakri, aspirasi masyarakat Tanjab Timur bisa disampaikan langsung ke pemerintah pusat. Kami sangat membutuhkan dukungan anggaran APBN untuk mempercepat pembangunan di daerah ini,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan DPR RI dapat berjalan optimal demi kemajuan daerah.
Kunjungan reses tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur untuk menyampaikan berbagai persoalan strategis yang membutuhkan campur tangan pemerintah pusat. Mulai dari pembangunan jalan dan jembatan, peningkatan kualitas permukiman, hingga program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Di akhir penyampaiannya, Dillah menegaskan komitmennya untuk terus berjuang memperbaiki kondisi daerah. Ia mengajak seluruh elemen, baik legislatif daerah maupun pusat, untuk bersama-sama membangun Tanjab Timur agar mampu keluar dari label kabupaten termiskin di Provinsi Jambi.
“Dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak, kami optimistis Tanjab Timur bisa bangkit dan sejajar dengan daerah lain. Yang terpenting adalah kerja nyata dan sinergi,” pungkasnya.( BSG).












Discussion about this post