Bupati Fadhil Arief Lepas 213 Jemaah Haji Batang Hari dengan Pesan Keikhlasan

RJ.COM – Pemerintah Kabupaten Batang Hari resmi melepas 213 jemaah calon haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam acara pelepasan yang berlangsung khidmat dan penuh haru.

Keberangkatan ratusan jemaah tersebut menandai kesiapan pelayanan haji daerah yang telah rampung, mulai dari administrasi, dokumen perjalanan, hingga pemeriksaan kesehatan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari dalam laporannya menyampaikan, sebanyak 213 jemaah yang diberangkatkan terdiri atas 192 jemaah reguler, dua jemaah mutasi, dan 19 jemaah cadangan yang status keberangkatannya telah dikonfirmasi.

“Alhamdulillah seluruh persiapan berjalan baik dan seluruh dokumen utama telah diselesaikan,” ujarnya.

Berdasarkan data panitia, sebanyak 95 jemaah atau 44,6 persen merupakan laki-laki, sedangkan 118 jemaah atau 55,4 persen perempuan. Dari sisi usia, 73 jemaah tercatat berumur di atas 60 tahun hingga lebih dari 80 tahun.

Aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama. Data Dinas Kesehatan menunjukkan 115 jemaah memiliki riwayat penyakit bawaan, seperti hipertensi, gangguan metabolisme, dan kolesterol, sehingga pengawasan kesehatan selama perjalanan diprioritaskan.

Persiapan keberangkatan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, mulai dari pembuatan paspor oleh pihak Imigrasi di lokasi pelayanan, penerbitan dokumen perjalanan, hingga pembagian kartu kendali kepada jemaah sejak masih berada di Indonesia.

Dari total jemaah yang berangkat, terdapat tiga orang yang akan menerima kartu kendali langsung di Mekkah, termasuk dua jemaah tambahan yang tergabung dalam kelompok penerbangan berbeda dan satu jemaah yang dijadwalkan berangkat pada 19 Mei 2026.

Pelepasan jemaah turut dihadiri Anggota DPR RI daerah pemilihan Jambi, Elpis Zina, yang ikut berangkat bersama rombongan haji reguler.

Sementara itu, Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, dalam sambutannya menegaskan bahwa bekal utama dalam menunaikan ibadah haji adalah ketakwaan yang disertai ilmu dan hati yang bersih.

“Bekal kita adalah takwa. Namun, takwa harus beriringan dengan ilmu agar hati dan pikiran bersih dari penyakit yang menghalangi kelancaran ibadah,” kata Fadhil Arief.

Ia juga mengingatkan jemaah untuk menjaga keikhlasan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci dan tidak terjebak pada perilaku yang berpotensi menimbulkan sikap ria.

“Jangan rusak ibadah kita dengan merekam doa lalu membagikannya. Biarlah hubungan kita dan Allah berjalan langsung,” ujarnya.

Menurut Fadhil, seluruh jemaah memiliki kedudukan yang sama di Tanah Suci tanpa memandang jabatan maupun status sosial. Karena itu, kesabaran dan sikap saling menghormati menjadi hal penting selama menjalankan ibadah.

Ia juga menekankan pentingnya tradisi saling memaafkan sebelum keberangkatan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan hati yang lapang dan harapan memperoleh haji mabrur.

Di akhir sambutannya, Fadhil Arief turut meminta doa dari para jemaah agar dirinya dan keluarga diberikan kesehatan serta kesempatan menunaikan ibadah haji pada masa mendatang.

Panitia daerah memastikan seluruh aspek teknis, dokumen, dan kesehatan jemaah telah siap sehingga keberangkatan jemaah haji Batang Hari diharapkan berjalan lancar sebagai bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat. (Adv)