Sekda Tanjab Timur Buka Rakor Matangkan Strategi Pencegahan Karhutla

Tanjabtimur –
Mengantisipasi potensi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur saat musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla bersama seluruh stakeholder terkait.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekertaris Daerah Tanjung Jabung Timur Sapril tersebut dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Bupati (09/06/2026).
Rapat koordinasi ini sebagai langkah awal untuk memperkuat sinergi, koordinasi, serta kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Tanjab Timur Amri Juardy mengatakan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi Nomor e.B/ME.02.04/052/KDJB/V/2026 tanggal 4 Mei 2026 tentang Update Perkembangan Musim Tahun 2026, serta hasil Rapat Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Provinsi Jambi yang telah dilaksanakan pada 6 April 2026 lalu.

Dalam Rapat Kordinasi tersebut
Sekda Tanjab Timur Sapril menegaskan bahwa ancaman Karhutla harus menjadi perhatian serius seluruh pihak mengingat dampaknya yang sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan, terganggunya aktivitas masyarakat, hingga ancaman terhadap kesehatan akibat kabut asap yang ditimbulkan.

“Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan kerja sama, koordinasi, dan kesiapsiagaan seluruh stakeholder agar langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” ujar Sapril

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas terkait, camat, perusahaan perkebunan, serta berbagai pihak yang memiliki peran dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai langkah strategis yang akan dilakukan, mulai dari pemetaan daerah rawan Karhutla, peningkatan patroli dan monitoring lapangan, penyediaan sarana dan prasarana pendukung, hingga penguatan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan saat membuka area perkebunan maupun pertanian.

Selain itu, seluruh stakeholder juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan personel serta peralatan yang dimiliki sehingga dapat segera digunakan apabila terjadi titik api di lapangan.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur berharap seluruh pihak dapat bersinergi dan berkomitmen dalam upaya pencegahan Karhutla sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir serta keamanan dan kenyamanan masyarakat selama musim kemarau tetap terjaga.

Dengan kesiapsiagaan yang matang dan koordinasi yang kuat antarinstansi, diharapkan Kabupaten Tanjung Jabung Timur mampu menghadapi musim kemarau tahun 2026 dengan lebih baik serta terhindar dari bencana Karhutla yang dapat merugikan masyarakat maupun lingkungan.(BSG).