Kesbangpol Tanjab Timur Perkuat Kolaborasi Lintas Agama untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Tanjabtimur –
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tanjung Jabung Timur menggelar sosialisasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan tema “Sinergi FKUB dan Masyarakat Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Menuju Tanjung Jabung Timur Merata” di Ruang Pola Kantor Bupati Tanjung Jabung Timur, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Tanjung Jabung Timur yang diwakili Asisten I Setda Tanjab Timur, Suhas Purojani. didampingi Kepala Badan Kesbangpol Tanjab Timur Zekky Zulkarnaen, hadir dalam kegiatan tersebut kepala Kementerian Agama (Kemenag) Tanjab Timur, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Baznas, Camat Muara Sabak Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Sosialisasi ini menjadi upaya strategis pemerintah daerah melalui Kesbangpol untuk memperkuat peran FKUB sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Asisten I Setda Tanjab Timur Suhas Purojani menegaskan bahwa kerukunan dan toleransi antarumat beragama merupakan modal penting dalam menciptakan stabilitas sosial yang kondusif. Menurutnya, suasana yang aman dan harmonis akan memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan, termasuk di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Kerukunan umat beragama harus terus dijaga dan diperkuat. Dengan terciptanya suasana yang harmonis, maka berbagai program pembangunan, termasuk ketahanan pangan, dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Suhas juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal melalui keterlibatan aktif tokoh agama dan tokoh masyarakat. Peran mereka dinilai sangat strategis dalam mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada, seperti pengelolaan lahan pekarangan, budidaya tanaman pangan keluarga, hingga kegiatan produktif lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

Salah satu gagasan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah pemanfaatan lahan di sekitar rumah ibadah sebagai sarana mendukung ketahanan pangan. Masjid, gereja,  didorong untuk menjadi pusat edukasi sekaligus contoh nyata dalam pengembangan pertanian skala rumah tangga.

Lahan-lahan kosong yang selama ini belum dimanfaatkan dapat diubah menjadi kebun produktif melalui konsep pertanian perkotaan (urban farming), hidroponik, maupun budidaya ikan air tawar. Selain mendukung kebutuhan pangan keluarga, langkah ini juga menjadi simbol gotong royong dan kebersamaan lintas agama dalam membangun daerah.

Tokoh agama diharapkan tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan moral dan keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak masyarakat dalam membangun kemandirian pangan. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, program ketahanan pangan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Untuk mendukung program tersebut, Kesbangpol juga mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara FKUB, Kementerian Agama, Dinas Ketahanan Pangan, serta instansi terkait lainnya. Bentuk dukungan dapat berupa penyediaan bibit tanaman, pupuk, sarana pertanian, hingga penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat.

Kepala Kesbangpol Tanjab Timur, Zekky Zulkarnaen, berharap kegiatan sosialisasi ini mampu memperkuat kolaborasi lintas agama dan lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi ketahanan sosial maupun ketahanan pangan daerah.

“Melalui sinergi FKUB, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat, kita berharap ketahanan pangan dapat semakin kuat, kesejahteraan masyarakat meningkat, serta tercipta Tanjung Jabung Timur yang aman, harmonis dan merata dalam pembangunan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, FKUB diharapkan tidak hanya menjadi wadah menjaga kerukunan umat beragama, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam mendukung program-program strategis pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur.(BSG).