TANJAB TIMUR –
Masyarakat Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, hingga kini masih mempertahankan tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun, yakni Kenduri Tolak Bala.
Tradisi yang dilaksanakan setiap bulan Asyura atau bulan Muharam ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual masyarakat dalam memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari segala mara bahaya serta diberikan keselamatan dan keberkahan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan, hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Jambi Bima Audia Pratama, kadis Kominfo Fajar Alamsyah, Sekdis PMD Irwanudin, Camat Muara Sabak Barat Vidi Akbar, Lurah Talang Babat Deni Suparman ketua RT dan RW Se-Kelurahan Talang Babat tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Selain menjadi agenda rutin tahunan, Kenduri Tolak Bala juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Prosesi kenduri diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Dalam suasana yang khidmat, seluruh warga bersama-sama memanjatkan doa agar kelurahan Talang Babat senantiasa diberikan keamanan, dijauhkan dari berbagai musibah, serta memperoleh keberkahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Usai doa bersama, masyarakat kemudian menikmati hidangan yang disiapkan secara bergotong royong. Ini bukti sebagai simbol kebersamaan, kekompakan, serta rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Tokoh masyarakat Ismail mengatakan bahwa Kenduri Tolak Bala merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan harus terus dijaga keberlangsungannya. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan kepedulian antarwarga.
“Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Talang Babat. Selain sebagai bentuk doa bersama memohon perlindungan kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi upaya kita dalam melestarikan adat dan budaya yang menjadi identitas masyarakat setempat. Keunikan tradisi seperti ini tentunya perlu terus dilestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda dapat terus mengenal, mencintai, dan ikut menjaga tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur. Dengan demikian, nilai-nilai budaya lokal yang sarat akan makna kebersamaan dan religius dapat tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di masa mendatang.
Kenduri Tolak Bala menjadi bukti bahwa di tengah arus modernisasi, masyarakat Kelurahan Talang Babat masih memegang teguh kearifan lokal. Tradisi ini tidak hanya memperkuat hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta melalui doa, tetapi juga mempererat hubungan antarsesama melalui kebersamaan dan semangat gotong royong yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.(BSG).
