PLH Dansatgas Karhutla Cek Kesiapan Posko Terpadu Perkuat Pencegahan Karhutla

Tanjabtimur –
Pelaksana Harian Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi bersama tim Satgas Karhutla melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap Posko Terpadu Penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kegiatan pengecekan tersebut dilakukan di Posko 71 karhutla Brigdal Manggala agni desa Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sebagai upaya memastikan kesiapsiagaan personel, sarana dan prasarana, serta sistem koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun 2026.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, PLH Dansatgas Brigjen TNI Nyamin beserta rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi posko, kesiapan peralatan pemadaman, ketersediaan sumber air, hingga mekanisme pelaporan dan penanganan apabila ditemukan titik panas maupun titik api di lapangan.

Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap pelaksanaan patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, serta sinergi antara TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, perusahaan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang menjadi garda terdepan dalam pencegahan karhutla.

PLH Dansatgas Karhutla. Danrem 042 / Gapu Brigjen TNI Nyamin  menegaskan bahwa langkah pencegahan menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla, mengingat wilayah Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur termasuk daerah yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun ini.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, diharapkan seluruh Posko Terpadu Karhutla dapat terus meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga setiap potensi kebakaran dapat ditangani secara cepat dan tepat sebelum meluas menjadi bencana yang lebih besar.

Pemerintah Provinsi Jambi sendiri telah memperkuat sistem pengawasan melalui pembentukan puluhan posko terpadu di wilayah rawan karhutla yang melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta relawan masyarakat guna mempercepat deteksi dini dan penanganan di lapangan.(BSG).