Tanjabtimur –
Meninggalnya Brigadir Eko, anggota Polres Tanjung Jabung Timur pada Sabtu lalu, masih menyisakan tanda tanya besar. Di tengah informasi yang beredar bahwa korban diduga meninggal akibat serangan jantung, pihak keluarga justru menilai ada sejumlah kejanggalan yang perlu diungkap secara terang.
Kecurigaan keluarga muncul setelah melihat adanya beberapa luka pada tubuh almarhum. Temuan tersebut membuat keluarga menolak menerima begitu saja dugaan penyebab kematian dan memilih meminta dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti meninggalnya Brigadir Eko.
Permintaan autopsi tersebut diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan yang kini berkembang di tengah masyarakat sekaligus menghindari munculnya berbagai spekulasi. Autopsi merupakan salah satu langkah ilmiah yang lazim dilakukan untuk memastikan penyebab kematian apabila terdapat keraguan dari pihak keluarga.
Saat dikonfirmasi via pesan singkat Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Candra menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.
“Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar AKBP Ade Candra singkat saat dihubungi media.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai hasil pemeriksaan maupun penyebab pasti kematian Brigadir Eko. Karena itu, seluruh dugaan yang berkembang masih menunggu hasil penyelidikan dan, apabila dilakukan, hasil autopsi.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat Tanjung Jabung Timur. Banyak warga berharap aparat kepolisian mengusut kasus tersebut secara transparan, profesional, dan terbuka agar penyebab kematian Brigadir Eko benar-benar terungkap serta tidak menyisakan keraguan di tengah publik. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.(BSG).
