Warga Klaim Dengar Dua Kali Suara Teriakan

Tanjabtimur –
Misteri meninggalnya Brigadir E, personel Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), di sebuah rumah kos Azi yang berada di Lorong Kamboja, RT 10, RW 04, Kelurahan Rano, Kecamatan Muara Sabak Barat, terus menjadi perhatian.

Lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian perkara (TKP) tersebut hingga kini masih dipasangi garis polisi (Police Line). Aparat kepolisian juga masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya Brigadir E.

Di tengah proses penyelidikan, muncul keterangan dari salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari rumah kontrakan tersebut. Warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan itu mengaku mendengar suara teriakan sebanyak dua kali pada Sabtu (18/07/2026) subuh dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.

Namun, karena merasa takut, warga tersebut mengaku tidak berani keluar rumah untuk memastikan sumber suara tersebut.

“Saya memang mendengar suara teriakan dua kali sekitar pukul 03.00 WIB. Karena takut, saya tidak keluar rumah,” ujar warga tersebut.

Keterangan lain juga disampaikan warga tersebut terkait kondisi rumah kos pada waktu menjelang subuh. Saat hendak melaksanakan salat Subuh, ia melintas di depan rumah kos Azi dan melihat kondisi lampu di lokasi tersebut dalam keadaan mati.

Menurutnya, kondisi tersebut dianggap tidak biasa. Sebab, berdasarkan pengamatannya selama ini, lampu di rumah kos tersebut biasanya masih menyala hingga siang hari.

“Saat mau salat Subuh saya lewat di depan kos itu. Saya lihat lampunya mati. Biasanya lampu di sana sampai siang masih hidup,” ungkapnya.

Keterangan warga tersebut kini menjadi bagian dari informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait misteri meninggalnya Brigadir E. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah suara teriakan yang didengar warga tersebut memiliki kaitan dengan peristiwa meninggalnya Brigadir E.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti meninggalnya Brigadir E masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. Pihak berwenang diharapkan dapat mengungkap secara terang kronologi kejadian serta memastikan fakta-fakta yang terjadi di lokasi.

Masyarakat pun diminta tidak berspekulasi dan menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum. Setiap informasi yang muncul di lapangan perlu diverifikasi agar tidak menimbulkan kesimpulan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Publik kini menanti hasil penyelidikan kepolisian untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang masih menjadi misteri terkait kematian Brigadir E, termasuk mengenai aktivitas yang terjadi di sekitar lokasi pada dini hari sebelum korban ditemukan meninggal dunia.(BSG).