Tanjabtimur –
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersama Polres Tanjung Jabung Timur memperkuat sinergi dalam mencegah dan menanggulangi aksi geng motor serta kenakalan remaja yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Deklarasi dan Rapat Koordinasi Strategi Penanggulangan Geng Motor di Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. yang digelar di Aula Paramasawitka Polres Tanjab Timur, Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tanjung Jabung Timur Hj. Dillah Hikmah Sari, jajaran Forkopimda, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, tokoh masyarakat, pejabat utama Polres Tanjab Timur, kepala sekolah tingkat SLTA, serta perwakilan 9 klub motor dari 11 yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Rakor ini menjadi langkah bersama untuk menyatukan persepsi dan strategi dalam mencegah munculnya aksi berandalan bermotor maupun berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat meresahkan masyarakat.
Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Candra dalam sambutannya menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Polres Tanjab Timur juga tidak akan memberikan ruang bagi kelompok atau oknum yang melakukan aksi berandalan bermotor dan tindakan kriminal lainnya.
Menurutnya, penanggulangan geng motor tidak dapat hanya mengandalkan tindakan kepolisian. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, TNI, sekolah, orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga komunitas pemuda dan klub motor.
“Mari kita bersama menanggulangi Geng atau lebih pasnya Berandalan Motor dan tindak Kriminal lainnya yang sangat meresahkan masyarakat “ujar kapolres.
Ia mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan jajaran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun, upaya tersebut akan lebih efektif apabila mendapatkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh pihak.
Kapolres juga menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini, terutama terhadap kalangan remaja yang masih berada dalam tahap pencarian jati diri. Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memberikan pengawasan sekaligus pembinaan kepada generasi muda.
Selain itu, Kapolres menginstruksikan seluruh Polsek jajaran untuk meningkatkan kegiatan patroli mobile, khususnya pada waktu dan lokasi yang dinilai rawan menjadi tempat berkumpulnya para berandalan bermotor.
Patroli tersebut diharapkan mampu mencegah terjadinya aksi kriminalitas maupun gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas.
“Langkah yang diambil terkait geng motor ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi keresahan saat masyarakat beraktivitas, terutama menjelang malam hari,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Tanjung Jabung Timur Hj. Dillah Hikmah Sari menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Tanjab Timur dan Forkopimda yang terus menunjukkan komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Bupati menilai persoalan geng motor dan kenakalan remaja tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan penegakan hukum. Penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan upaya pencegahan, pembinaan serta pengawasan terhadap generasi muda.
“Geng Motor diperlukan penanganan secara menyeluruh mulai dari TNI Polri, Kejaksaan, sekolah, orang tua, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta seluruh lapisan masyarakat” kata Bupati.
Menurutnya, keluarga menjadi salah satu benteng utama dalam mencegah anak-anak terlibat dalam pergaulan yang dapat mengarah kepada tindakan negatif. Karena itu, orang tua diharapkan lebih meningkatkan pengawasan dan komunikasi dengan anak, terutama dalam penggunaan waktu di luar rumah.
Di lingkungan pendidikan, sekolah juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kedisiplinan siswa. Para kepala sekolah diharapkan dapat memperkuat pembinaan serta melakukan komunikasi secara aktif dengan orang tua apabila ditemukan adanya indikasi perilaku siswa yang mengarah kepada kenakalan remaja.
Bupati juga menekankan pentingnya memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menyalurkan energi dan kreativitas mereka melalui kegiatan yang positif, termasuk olahraga, organisasi kepemudaan maupun komunitas yang memiliki kegiatan produktif.
Dalam kesempatan tersebut, keberadaan 11 klub motor di Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga menjadi bagian penting dari upaya membangun pendekatan positif terhadap komunitas otomotif.
Komunitas motor diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dan kepolisian dalam mengedukasi para anggotanya agar tidak terlibat dalam aksi balap liar, tawuran, konvoi yang mengganggu pengguna jalan, maupun tindakan lain yang dapat meresahkan masyarakat.
Melalui deklarasi dan rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Pemerintah daerah bersama Polres Tanjab Timur juga mendorong agar langkah penanggulangan geng motor dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui penindakan ketika terjadi pelanggaran, tetapi juga melalui edukasi, pembinaan dan pencegahan sejak dini.
Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, sekolah, keluarga, tokoh masyarakat, komunitas pemuda dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dengan adanya komitmen bersama ini, Kabupaten Tanjung Jabung Timur diharapkan tetap menjadi wilayah yang aman, nyaman dan kondusif, sekaligus mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang melalui kegiatan-kegiatan yang positif dan produktif.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama dalam penanggulangan geng motor di kabupaten Tanjung Jabung Timur. (BSG)
