Tanjabtimur–
Semangat meningkatkan ketahanan pangan terus dilakukan masyarakat melalui berbagai inovasi pemanfaatan lahan. Salah satunya dilakukan Kelompok Tani Babat Makmur kelurahan Talang Babat Kecamatan Muara Sabak Barat, mengubah lahan kosong yang sebelumnya dipenuhi belukar menjadi lahan pertanian produktif.
Lahan seluas sekitar 5 Hektare yang selama ini tidak dimanfaatkan kini mulai ditanami padi. Inovasi tersebut dilakukan salah satu anggota Kelompok Tani Babat Makmur, M. Nasir yang merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Upaya memanfaatkan lahan tidur tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi lahan sekaligus meningkatkan produktivitas kelompok tani.
M. Nasir mengatakan, panen padi yang dilakukan saat ini merupakan panen perdana setelah lahan tersebut berhasil diolah dan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.
“Ini perdana kita panen padi. Ke depan kita akan terus berinovasi untuk ketahanan pangan,” ujar M. Nasir.
Menurutnya, Kelompok Tani Babat Makmur tidak ingin berhenti pada budidaya padi. Setelah panen, pihaknya juga telah menyiapkan rencana untuk mengembangkan tanaman jagung serta genjer sebagai bagian dari diversifikasi pertanian.
Menariknya, tanaman genjer direncanakan akan ditanam di sela-sela tanaman padi sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
“Kita akan menanam padi dan jagung, ditambah genjer yang akan ditanam di sela-sela padi,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk inovasi sederhana namun strategis dalam memperkuat ketahanan pangan. Dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya terbengkalai, masyarakat tidak hanya dapat menghasilkan bahan pangan, tetapi juga berpotensi memperoleh tambahan pendapatan dari berbagai komoditas pertanian.
Pola diversifikasi tersebut juga diharapkan mampu membuat pemanfaatan lahan menjadi lebih maksimal. Tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman, kelompok tani dapat mengembangkan sejumlah komoditas sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat.
M. Nasir bersama anggota Kelompok Tani Babat Makmur berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan mengembangkan lahan pertanian tersebut agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi kelompok maupun masyarakat sekitar.
Pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif ini sekaligus menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari tingkat kelompok tani dengan mengoptimalkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.(B$G).
