Tugas Negara, Satgas Karhutla Jambi Diminta Tetap Semangat Hadapi Kepungan Api dan Asap

Jambi –
Perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus dilakukan petugas gabungan. Di tengah cuaca panas, kondisi lahan yang sulit dan kepungan asap, seluruh personel diminta tetap fokus serta menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan.

Pesan tersebut disampaikan Plh Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi, Brigjen TNI Nyamin, yang juga menjabat sebagai Danrem 042/Garuda Putih (Gapu), kepada personel gabungan yang masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi karhutla.

Brigjen Nyamin menegaskan, penanganan karhutla merupakan tugas negara yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Ini adalah tugas negara. Saat ini, musuh kita adalah api akibat terjadinya kebakaran lahan,” ungkap Brigjen TNI Nyamin.

Menurutnya, perjuangan petugas di lapangan bukan sekadar memadamkan api. Lebih dari itu, penanganan karhutla berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan kepentingan negara.

Karena itu, ia meminta seluruh personel tetap menjaga semangat dan menjalankan tugas dengan ikhlas.

“Dalam menjalankan tugas negara hendaklah ikhlas karena Allah. Kita harus memastikan bahwa kebakaran lahan yang terjadi di Jambi bisa tertangani dengan baik tanpa ada asap yang bisa menyebabkan banyak kerugian bagi masyarakat dan negara,” tuturnya.

Brigjen Nyamin memastikan personel gabungan masih terus berada di lapangan. Pemadaman dilakukan secara berkelanjutan, disertai pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul.

Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni hingga pihak terkait lainnya.

Menurutnya, kondisi lapangan membutuhkan ketahanan fisik dan kewaspadaan tinggi. Terlebih, karakteristik lahan yang terbakar, khususnya lahan gambut, membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.

Dalam sepekan terakhir, luas kebakaran lahan di Provinsi Jambi tercatat sekitar 50 hektare. Salah satu lokasi terdampak berada di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Selain memperkuat pemadaman, Satgas Karhutla juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Brigjen Nyamin menilai kondisi cuaca panas dan musim kemarau saat ini membuat api sangat mudah menyebar.

“Masyarakat kami imbau jangan membakar lahan. Kondisi sekarang sangat rawan, api dapat dengan cepat meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” tegasnya.

Ia berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi kebakaran dan kabut asap dapat ditekan.

Menurutnya, sinergi petugas di lapangan harus berjalan beriringan dengan kepedulian masyarakat. Tanpa dukungan masyarakat, upaya pencegahan karhutla akan jauh lebih sulit dilakukan.

Satgas Karhutla Provinsi Jambi pun terus melakukan pemantauan, pemadaman dan pendinginan di lokasi-lokasi yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran.

Brigjen Nyamin menegaskan, tidak ada ruang bagi pembakaran lahan di tengah ancaman karhutla yang masih berlangsung. Menjaga lahan dari api berarti melindungi masyarakat, lingkungan dan masa depan Jambi.(BSG).