Kolaborasi PMI dan DinKes Tanjab Timur Bagi Masker Kepada Warga Di Saat Sholat Istisqa

Tanjab Timur –
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Tanjab Timur membagikan masker kepada masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur.

Pembagian masker tersebut menjadi salah satu langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Ketua PMI Tanjab Timur, Iptu Syafriwal, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mengantisipasi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

“Kami bersama Dinas Kesehatan melakukan pembagian masker kepada masyarakat dan ASN sebagai langkah untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat karhutla,” ujar Syafriwal.

Menurutnya, pembagian masker juga dilakukan saat pelaksanaan sholat Istisqa  di Lapangan Kantor Bupati Tanjab Timur, Rabu (2/9/2026).

Momentum tersebut dimanfaatkan PMI dan Dinas Kesehatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap.

Kegiatan pembagian masker ini atas atensi Bupati Tanjab Timur melalui Kadis Kesehatan Nasrul Diman, terlihat Kabid Yankes Bambang. Turut membantu pembagian masker bersama pengurus PMI Tanjab Timur dan Anggota PMR (Palang Merah Remaja) SMA Negeri 8 Tanjab Timur.

Iptu Syafriwal mengimbau masyarakat agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi udara mulai dipenuhi asap.

“Dengan kondisi seperti ini, kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker apabila hendak keluar rumah. Asap dapat mengganggu kesehatan dan berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi PMI bersama Dinas Kesehatan tidak hanya sebatas pembagian masker, tetapi juga sebagai sarana memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya paparan asap karhutla.

Paparan asap dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.

PMI Tanjab Timur berharap langkah sederhana seperti penggunaan masker dapat membantu masyarakat mengurangi risiko terpapar asap, sembari mengajak seluruh pihak bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak karhutla.

“Yang paling penting adalah masyarakat tetap menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap. Gunakan masker dan segera periksa ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak atau gangguan pernapasan,” pungkasnya.(BSG).