Razia Gabungan APH di Lapas Narkotika Muara Sabak, Nihil Handphone dan Tes Urine Seluruhnya Negatif

Tanjab Timur –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak bersama Aparat Penegak Hukum (APH) menggelar razia gabungan sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), khususnya terkait peredaran gelap narkotika dan keberadaan barang-barang terlarang di dalam lapas.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanjung Jabung Timur. Razia dilaksanakan di Blok Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak dilakukan secara acak.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, M. Askari Utomo mengatakan kegiatan razia gabungan tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi sekaligus komitmen bersama dalam menjaga kondisi lapas agar tetap aman, tertib dan kondusif.

Menurutnya, pengawasan terhadap blok hunian dan warga binaan merupakan bagian penting dalam upaya mencegah masuk maupun beredarnya narkotika serta barang-barang yang dilarang berada di dalam lapas.

“Ini merupakan wujud sinergi dan komitmen bersama dalam upaya deteksi dini pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas, khususnya terkait peredaran gelap narkotika serta barang-barang terlarang seperti handphone dan alat komunikasi lainnya,” ujar Askari Utomo.

Ia menjelaskan, penggeledahan rutin maupun insidentil di lingkungan Lapas Narkotika Muara Sabak minimal dilakukan dua kali dalam satu minggu. Namun, kegiatan kali ini dilaksanakan secara lebih luas dengan melibatkan sejumlah APH terkait.

Selain melakukan penggeledahan blok hunian, petugas juga melaksanakan tes urine secara acak terhadap sejumlah warga binaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan tidak adanya penyalahgunaan narkotika di dalam lingkungan lapas.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan Babinsa Koramil 419-05 / Geragai, Personil Sabhara Polres Tanjung Jabung Timur, BNNK Tanjung Jabung Timur serta jajaran pejabat struktural Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak.

Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan handphone maupun alat komunikasi sejenis yang menjadi salah satu sasaran utama pemeriksaan.

Meski demikian, petugas menemukan sejumlah benda atau alat yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Barang-barang tersebut kemudian langsung diamankan dan dimusnahkan oleh pihak lapas.

Sementara itu, hasil pemeriksaan tes urine terhadap warga binaan yang dilakukan secara random juga menunjukkan hasil positif dari sisi pencegahan. Seluruh warga binaan yang menjalani tes urine dinyatakan negatif Narkoba.

Askari Utomo menegaskan, hasil tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Narkotika Muara Sabak untuk terus melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap segala bentuk penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan lapas.

“Koordinasi dan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya akan terus kami perkuat secara berkala. Ini sebagai bentuk komitmen dalam melakukan pencegahan dini dan memastikan Lapas Narkotika Muara Sabak tetap bersih dari barang-barang terlarang,” tegasnya.

Menurut pihak lapas, kegiatan razia gabungan seperti ini tidak hanya menjadi upaya penindakan, tetapi juga bagian dari langkah preventif untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.

Dengan adanya pemeriksaan secara rutin serta dukungan dari berbagai unsur APH, pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan dan peredaran narkotika di dalam lapas diharapkan dapat terus diperkuat.(BSG).