Tanjab Timur –
Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Muslimin Tanja, melantik dan mengambil sumpah tiga Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kamis (16/09/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Lampiran Keputusan Bupati Tanjung Jabung Timur Nomor 35 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, yang ditandatangani Bupati Hj. Dillah Hikmah Sari.
Pelantikan tersebut telah mendapat rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara dengan Nomor 46174/R-AK.02.03/SD/F/2026 tertanggal 9 September 2026.
Adapun tiga pejabat yang dilantik tersebut yakni:
1. DEDY NOVRIANIKA, ST., MM.
Jabatan Lama: Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Jabatan Baru Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur
2. Drs. NASRUL EFFENDI
Jabatan Lama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Jabatan Baru Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanjung Jabung Timur
3. JAKFAR.
Jabatan Lama: Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Jabatan Baru Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Dalam sambutannya Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur Muslimin Tanja menegaskan, rotasi jabatan bukan sekadar perpindahan posisi, melainkan bagian dari upaya menempatkan kompetensi dan kebutuhan organisasi pada posisi yang tepat.
Menurutnya, setiap pejabat yang mendapat amanah baru harus mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pencapaian target organisasi serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Rotasi tentu bukan sekadar perpindahan tempat atau jabatan. Rotasi adalah bagian dari upaya menempatkan kompetensi dan kebutuhan yang tepat, memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Wakil Bupati.
Ia menjelaskan, proses rotasi telah melalui uji kompetensi dan evaluasi kinerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan penempatan pejabat berdasarkan kebutuhan organisasi, kompetensi dan tuntutan kinerja.
Wakil Bupati berharap para pejabat yang menerima amanah baru dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, terbuka serta memiliki semangat pengabdian untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Apapun jabatan yang Saudara emban, tujuan akhirnya tetap sama, yaitu mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks. Keterbatasan anggaran, dinamika ekonomi global, tuntutan peningkatan pelayanan publik, perkembangan teknologi hingga kebutuhan masyarakat yang terus berkembang menuntut pemerintah daerah bekerja lebih efektif dan efisien.
Karena itu, birokrasi daerah diminta tidak terjebak dalam pola kerja yang lambat, berbelit-belit maupun program yang tidak memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah harus bergerak cepat, tepat, adaptif dan tentu berorientasi pada hasil,” katanya.
Ia menekankan, ukuran keberhasilan seorang pejabat pimpinan tinggi tidak hanya dilihat dari lamanya menduduki jabatan, banyaknya kegiatan yang dilaksanakan maupun banyaknya laporan yang dibuat.
Lebih dari itu, keberhasilan harus diukur dari kemampuan memimpin organisasi, menyelesaikan persoalan, mencapai target serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Untuk itu, terdapat sejumlah hal yang diminta menjadi perhatian para pejabat yang baru dilantik.
Pertama, segera memahami dan menuntaskan target organisasi.
Kedua, mewujudkan efisiensi anggaran dan efektivitas pembanguna. Ketiga, memperkuat pengendalian dan pencegahan risiko. Setiap pimpinan perangkat daerah diminta mampu mengenali potensi persoalan sejak dini, termasuk keterlambatan pekerjaan, lemahnya pengawasan, ketidaktepatan sasaran program hingga potensi penyimpangan. Keempat, membangun kolaborasi dan kepemimpinan yang efektif.
Para pejabat diminta meninggalkan ego sektoral serta memperkuat sinergi antara perangkat daerah, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan masyarakat.
Selain itu, para pimpinan juga diminta memimpin bawahannya dengan penuh keteladanan.
Wakil Bupati menegaskan, rotasi jabatan harus diikuti dengan tanggung jawab yang lebih besar terhadap kinerja. Pengalaman, kemampuan dan kompetensi yang dimiliki pejabat diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar pada jabatan yang baru.
“Lanjutkan inovasi yang telah dilakukan, perbaiki tata kelola dan tingkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Di sisi lain, integritas disebut menjadi fondasi utama dalam menjalankan amanah jabatan. Para pejabat diminta tidak menyalahgunakan kewenangan serta tetap menjaga profesionalisme, objektivitas dan kepercayaan publik.
Pesan tersebut menegaskan bahwa rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Tanjung Jabung Timur diharapkan tidak berhenti pada perubahan struktur organisasi, tetapi berlanjut pada peningkatan kinerja birokrasi dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.(BSG).
