Tanjab Timur –
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur tancap gas untuk pemerataan jaringan telekomunikasi. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tanjab Timur, Fajar Alamsyah, turun langsung melakukan koordinasi ke GraPARI Telkomsel Telanaipura, Kota Jambi, Rabu (23/9/2026).
Langkah ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Tanjab Timur mengentaskan desa dan kelurahan yang masih mengalami blank spot atau belum terjangkau sinyal.
Dalam pertemuan tersebut, Fajar Alamsyah yang akrab disapa Alam, diterima langsung oleh M. Vovo, Supervisor Territory Mobile Consumer Business dan Christo, Team Leader GraPARI Telanaipura.
Di hadapan manajemen Telkomsel, Alam memaparkan kondisi riil di lapangan. Masih banyak wilayah di Tanjab Timur, terutama di pelosok, yang kesulitan mengakses jaringan internet dan telekomunikasi.
Sebagai bentuk keseriusan, Alam menyerahkan langsung proposal usulan pengentasan blank spot kepada pihak Telkomsel. Proposal tersebut mencakup kebutuhan pembangunan infrastruktur baru, termasuk pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di titik-titik yang masih kosong sinyal.
“Kami sangat berharap ke depan tidak ada lagi desa maupun kelurahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang berstatus blank spot. Seluruh masyarakat, baik di pelosok desa maupun kelurahan, berhak mendapatkan akses informasi dan konektivitas yang setara,” ujar Alam.
Menurutnya, akses internet kini bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan dasar. Penghapusan blank spot diharapkan mampu mendorong sektor pendidikan digital, mempermudah pelayanan publik berbasis desa, hingga menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.
Menanggapi usulan tersebut, pihak Telkomsel menyambut baik. M. Vovo menekankan pentingnya sinergi antara operator, pemerintah daerah, dan masyarakat agar pembangunan jaringan bisa dipercepat.
Telkomsel juga berharap adanya dukungan berupa jaminan keamanan, kemudahan perizinan, dan iklim investasi yang kondusif bagi provider yang akan membangun infrastruktur di Tanjab Timur.
Kolaborasi antara Kominfo Tanjab Timur dan Telkomsel ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk menghapus area blank spot dan mewujudkan konektivitas digital yang merata dan inklusif hingga ke pelosok Tanjung Jabung Timur.(BSG).
