Suasana Haru Pengajian Salapanan Ke 97 Muslimat NU, Bupati Dillah Kenang Dukungan dan Doa Para Jamaah Muslimat

Tanjab Timur –
Suasana Masjid Nahdlatul Thulab, Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tampak berbeda pada Minggu (27/9/2026).

Ratusan jamaah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul mengikuti Pengajian Rutin Selapanan ke-97 yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU bersama Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Muara Sabak Barat.

Pengajian berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan. Kegiatan tersebut semakin istimewa dengan hadirnya Bupati Tanjung Jabung Timur, Dillah Hikmah Sari, yang menyempatkan diri hadir dan bertemu langsung dengan para jamaah.

Turut hadir para pengurus pondok pesantren, Ketua MWC NU Muara Sabak Barat, tokoh agama, kepala OPD di lingkungan Pemkab Tanjab Timur, Camat Muara Sabak Barat, serta pengurus PAC Muslimat NU dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Pengajian Salapanan Ke 97 kali ini
mengusung tema “Merajut Ukhuwah di Atas Perbedaan”, pengajian juga dirangkai dengan pembacaan Ratibul Haddad.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat peran Muslimat NU dalam kehidupan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Ketua PAC Muslimat NU Muara Sabak Barat, Dewi Munawarah, mengaku terharu sekaligus menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Dillah dalam pengajian rutin tersebut.
Menurutnya, kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tanjung Jabung Timur itu menjadi penyemangat bagi para pengurus dan jamaah Muslimat NU untuk terus menjalankan kegiatan keagamaan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Ini adalah pengajian yang sangat spesial bagi kami. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati Tanjung Jabung Timur yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung di pengajian rutin kami yang ke-97 ini. Kehadiran beliau menjadi semangat baru bagi kami untuk terus berdakwah dan berkontribusi untuk umat,” ungkap Dewi Munawarah.

Dalam sambutannya, Bupati Tanjab Timur Dillah Hikmah Sari memberikan apresiasi terhadap konsistensi Muslimat NU dalam menjaga silaturahmi, ukhuwah dan syiar Islam di tengah masyarakat.
Ia menyebut tema “Merajut Ukhuwah di Atas Perbedaan” sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

“Muslimat NU adalah pilar penting dalam membangun keluarga dan masyarakat yang rukun. Tema Merajut Ukhuwah di Atas Perbedaan ini sangat relevan dengan kondisi kita hari ini. Perbedaan itu rahmat, yang harus kita rajut menjadi kekuatan untuk membangun Tanjab Timur yang Berkah,” ujar Bupati Dillah.

Di hadapan ratusan jamaah, Dillah juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan para Muslimat NU. Sebagai seorang perempuan, ia mengaku tidak mungkin mengabaikan keberadaan dan dukungan para Muslimat yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kepemimpinannya.

“Saya tidak mungkin tidak peduli kepada Muslimat. Saya seorang perempuan. Saya menjadi Bupati itu didukung oleh para Muslimat yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” katanya.

Dillah juga menyampaikan bahwa doa dan dukungan para ibu-ibu Muslimat menjadi pengingat bagi dirinya untuk menjalankan amanah sebagai kepala daerah dengan penuh tanggung jawab.

“Saya didoakan oleh ibu-ibu Muslimat untuk selalu amanah dan bertanggung jawab. Karena amanah dan tanggung jawab itulah yang membuat saya harus terus bekerja untuk membangun Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang tercinta ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengajian Selapanan ke-97 diisi dengan tausyiah oleh Al Ustadz KH Muslich Chamid.
Dalam tausyiahnya, ia mengajak jamaah untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat silaturahmi dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh.

Pesan tersebut sejalan dengan tema kegiatan, yakni bagaimana perbedaan dapat disikapi dengan bijak sehingga menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Pengajian Selapanan ke-97 ini pun tidak hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi Muslimat NU, tokoh agama, pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat ukhuwah serta membangun Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang lebih rukun dan berkah.(BSG).