Tanjabtimur-
Sabung ayam telah lama dikenal sebagai bagian dari tradisi masyarakat di berbagai wilayah Nusantara. Dalam sejarahnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memiliki nilai ritual dan simbolik dalam sejumlah adat istiadat lokal.
Di beberapa daerah, sabung ayam bahkan dikaitkan dengan upacara tertentu yang sarat makna budaya. Namun, seiring perkembangan zaman, praktik sabung ayam mengalami pergeseran fungsi. Jika dahulu lebih dominan sebagai bagian dari tradisi, kini sabung ayam kerap identik dengan aktivitas perjudian.
Taruhan uang yang menyertai setiap laga menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian kalangan, terutama karena menjanjikan keuntungan instan dalam waktu singkat.
Fenomena ini menimbulkan dilema di tengah masyarakat. Di satu sisi, sabung ayam dianggap sebagai warisan budaya yang patut dilestarikan. Namun di sisi lain, praktik perjudian yang menyertainya jelas melanggar hukum dan berpotensi menimbulkan dampak sosial, seperti konflik, kerugian ekonomi, hingga gangguan keamanan.(BSG).
