Sapi Kurban Presiden Asal Tanjab Timur Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

TANJAB TIMUR —
Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali menorehkan kebanggaan di sektor peternakan. Seekor sapi jenis Brahman milik peternak asal Desa Trimulya, Kecamatan Rantau Rasau, terpilih sebagai bantuan kemasyarakatan (Banmas) sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia untuk Hari Raya Iduladha 2026.

Sapi kurban tersebut merupakan milik Maryoto, seorang peternak lokal yang telah lama mengembangkan usaha peternakan sapi di wilayah tersebut. Hewan kurban itu memiliki bobot mencapai 748 kilogram berdasarkan hasil penimbangan pada 14 April 2026.

Kepala Bidang Budidaya, Agribisnis dan Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, drh. Ashari Adam Suryanto, mengatakan sapi tersebut merupakan hasil Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik dengan tanggal kelahiran 8 Februari 2022.

“ Sapi ini merupakan ras Brahman hasil inseminasi buatan dengan usia sekitar 4 tahun 3 bulan. Alhamdulillah, dari hasil pemeliharaan yang baik, bobotnya mencapai 748 kilogram dan terpilih menjadi sapi kurban bantuan Presiden RI,” ujarnya.

Menurutnya, terpilihnya sapi asal Tanjab Timur sebagai hewan kurban Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah sekaligus bukti bahwa kualitas peternakan lokal mampu bersaing di tingkat nasional.

Ia juga berharap momentum tersebut dapat menjadi motivasi bagi para peternak lainnya untuk terus meningkatkan kualitas dan pengembangan usaha peternakan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

“Semoga dengan terpilihnya sapi kurban Presiden ini dapat memberikan semangat dan motivasi kepada para peternak untuk terus mengembangkan usaha peternakan, khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” tambahnya.

Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa program pengembangan peternakan melalui teknologi inseminasi buatan yang diterapkan pemerintah daerah berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan ternak berkualitas unggul.(BSG).