Dari Lapangan Sederhana di Pelosok, Rita Aulia Ukir Prestasi hingga Juara I PBSI Jambi Open 2026

Tanjab Timur —
Keterbatasan fasilitas tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih prestasi. Kisah itu dibuktikan Rita Aulia, siswi SDN 82 Bhakti Idaman, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di cabang olahraga bulu tangkis.

Rita Aulia, putri pasangan Irwandi dan Sapni Susanti yang tinggal di Parit Sabar, Desa Bhakti Idaman, berhasil meraih Juara Pertama kategori putri Kejuaraan PBSI Provinsi Jambi open 2026.

Prestasi tersebut sekaligus menambah deretan pencapaian yang telah diraih Rita di dunia bulu tangkis. Sebelumnya, ia juga berhasil meraih prestasi dalam sejumlah kejuaraan, di antaranya Kejurprov, Rektor Cup, serta berbagai ajang bulu tangkis lainnya.

Namun, di balik medali dan podium juara tersebut, tersimpan perjuangan yang tidak mudah.
Rita tumbuh dan berlatih jauh dari pusat kota dengan kondisi fasilitas olahraga yang masih terbatas. Untuk mengembangkan kemampuannya, Rita bahkan harus berlatih di sebuah lapangan sederhana yang dibangun sendiri oleh kedua orang tuanya.

Lapangan tersebut memang jauh dari kata ideal. Namun, dari tempat sederhana itulah Rita mengasah kemampuan. Kok demi kok dipukul, teknik terus diperbaiki, fisik ditempa dan mental bertanding dibangun.

Keterbatasan fasilitas justru menjadi bagian dari perjalanan Rita untuk terus belajar, bekerja keras dan disiplin.

Perjuangan Rita tidak hanya dilakukan di lapangan latihan. Setiap kali mengikuti pertandingan maupun kegiatan pembinaan di Kota Jambi, Rita bersama keluarganya harus menempuh perjalanan yang cukup jauh.

Waktu perjalanan yang bisa mencapai sekitar empat jam harus dilalui demi memberikan kesempatan kepada Rita untuk bertanding dan mengembangkan bakatnya.

Jarak yang jauh dan keterbatasan fasilitas tidak membuat keluarga Rita menyerah. Dukungan kedua orang tua menjadi salah satu kekuatan bagi Rita untuk terus mengejar cita-citanya sebagai atlet bulu tangkis.

Kerja keras tersebut akhirnya mulai membuahkan hasil. Rita mampu berdiri di podium tertinggi dan membawa pulang medali emas dari PBSI Jambi Open 2026.

Prestasi itu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Rita dan keluarganya, tetapi juga mengharumkan nama Desa Bhakti Idaman dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur di tingkat Provinsi Jambi.

Di balik keberhasilan Rita, tersimpan harapan besar dari keluarga dan masyarakat setempat agar fasilitas latihan di daerah tersebut mendapat perhatian.

Lapangan sederhana yang selama ini menjadi tempat Rita dan anak-anak lainnya berlatih diharapkan dapat ditingkatkan menjadi lapangan permanen yang lebih layak.

Sarana latihan yang memadai dinilai penting untuk mendukung perkembangan bakat anak-anak muda, khususnya mereka yang tinggal di pelosok Tanjung Jabung Timur.

Sebab, bukan tidak mungkin masih banyak anak seperti Rita yang memiliki bakat besar, tetapi belum mendapatkan fasilitas dan pembinaan yang memadai.

Dengan adanya lapangan yang layak, anak-anak di daerah tersebut diharapkan dapat berlatih secara rutin, meningkatkan kemampuan, mengikuti berbagai kejuaraan, hingga mampu membawa nama Tanjung Jabung Timur ke tingkat provinsi maupun nasional.

Prestasi yang ditorehkan Rita Aulia mendapat apresiasi dari Ketua PBSI Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Aiptu Doni Zirna Dinata

Doni mengapresiasi semangat, kerja keras dan perjuangan Rita yang mampu mengharumkan nama Tanjung Jabung Timur di tingkat Provinsi Jambi, meski harus berlatih dengan fasilitas yang masih terbatas.

Menurut Doni, prestasi Rita menjadi bukti bahwa Tanjung Jabung Timur memiliki potensi atlet-atlet muda berbakat yang perlu terus mendapatkan perhatian, pembinaan dan dukungan dari berbagai pihak.

Ia berharap keberhasilan Rita dapat menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya, khususnya para atlet muda di pelosok daerah, agar berani bermimpi dan terus berlatih untuk mencapai prestasi.

“Prestasi Rita ini harus menjadi motivasi kita bersama. Jangan sampai keterbatasan fasilitas menjadi penghalang bagi anak-anak kita untuk berprestasi. Justru kita harus bersama-sama mencari solusi agar bibit-bibit muda seperti Rita bisa terus berkembang,” ujar Doni.

Doni juga menilai keberadaan fasilitas latihan yang layak sangat penting dalam menunjang perkembangan atlet. Karena itu, ia berharap ke depan akan ada perhatian lebih terhadap sarana dan prasarana bulu tangkis di daerah, termasuk lapangan yang selama ini digunakan Rita dan anak-anak lainnya untuk berlatih.

Bagi PBSI Tanjung Jabung Timur, prestasi Rita bukan sekadar sebuah kemenangan. Lebih dari itu, keberhasilannya menjadi sinyal bahwa pembinaan atlet usia dini di daerah memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Kisah Rita juga menjadi bukti bahwa prestasi tidak selalu lahir dari tempat dengan fasilitas lengkap.

Sebuah mimpi besar bisa tumbuh dari lapangan sederhana di pelosok desa, dari raket yang terus diayunkan, keringat seorang anak, serta pengorbanan orang tua yang tidak pernah lelah memberikan dukungan.

Medali emas yang diraih Rita bukan hanya tentang kemenangan. Di baliknya ada perjalanan panjang, jarak yang harus ditempuh, keterbatasan fasilitas, kerja keras, disiplin dan doa keluarga.

Kini, Rita Aulia menjadi salah satu bukti bahwa anak dari pelosok Tanjung Jabung Timur mampu bersaing dan berdiri di podium juara tingkat Provinsi Jambi.

Perjuangan itu diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, dukungan orang tua dan fasilitas latihan yang semakin baik, Rita diharapkan mampu terus berkembang dan menorehkan prestasi yang lebih tinggi.

Bukan tidak mungkin, dari sebuah lapangan sederhana di pelosok Desa Bhakti Idaman, kelak lahir atlet bulu tangkis yang mampu membawa nama Tanjung Jabung Timur hingga ke tingkat nasional.(BSG).