Tanjab Timur —
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) terus memperkuat pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan, jembatan dan tanggul untuk mendukung akses serta aktivitas masyarakat.
Kadis PUPR Didi Novrianika mengatakan. Sepanjang tahun 2025, peningkatan jalan yang dilakukan Pemkab Tanjab Timur mencapai sekitar 8,7 Kilometer. Peningkatan tersebut dilakukan terhadap jalan yang sebelumnya telah memiliki pengerasan, kemudian ditingkatkan kualitasnya menggunakan konstruksi rigid beton.
Selain peningkatan jalan yang sudah ada, pemerintah juga membuka akses jalan baru melalui program Karya Bakti TNI. Panjang jalan baru yang dibangun melalui kegiatan tersebut mencapai sekitar 6 kilometer.
Untuk infrastruktur jembatan, pada tahun yang sama terdapat satu unit jembatan yang direkonstruksi, yakni Jembatan Parit Wahab, yang berada di arah Kecamatan Mendahara.
Rekonstruksi dilakukan secara menyeluruh dengan mengangkat konstruksi jembatan lama dan mengganti material besi yang sudah lama dengan material baru.
“Untuk Parit Wahab kemarin penggantian, rekonstruksi. Jadi jembatan lama kita angkat, besi-besi yang lama kita ganti baru semuanya,” jelasnya.
Selain itu, terdapat rencana pembangunan jembatan di Parit I dan Parit Cina yang sebelumnya telah melalui proses tender. Namun, pekerjaan tersebut batal dilaksanakan setelah adanya pembatalan anggaran dari pemerintah pusat.
Pemkab Tanjab Timur kembali mengusulkan pembangunan jembatan tersebut pada tahun ini. Apabila anggaran dapat direalisasikan, pekerjaan ditargetkan dapat dilaksanakan pada tahun berikutnya.
Sementara untuk infrastruktur pengendali tata air, pada tahun 2025 penanganan tanggul di wilayah Tanjab Timur mencapai sekitar 171,62 kilometer.
Pembangunan dan penanganan tanggul tersebut tidak hanya bersumber dari anggaran pemerintah daerah, tetapi juga mendapat dukungan dari pihak perusahaan melalui program yang berkaitan dengan perkebunan maupun dukungan lainnya.
Kondisi geografis Tanjab Timur yang banyak memiliki kawasan rawa dan gambut membuat keberadaan tanggul menjadi salah satu infrastruktur penting dalam menjaga tata air sekaligus mendukung sektor pertanian dan perkebunan masyarakat.
Penanganan tanggul juga dilakukan di sejumlah kawasan yang berkaitan dengan areal perkebunan maupun wilayah lainnya.
Dedi Novrianika menyebutkan
Untuk tahun 2026, pembangunan jalan yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah disebut lebih terbatas. Saat ini, panjang jalan yang dikerjakan sekitar 1,3 kilometer.
Namun, Pemkab Tanjab Timur juga memperoleh dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Petro China, dengan tambahan pembangunan jalan sekitar 1,7 kilometer. Dengan demikian, total penanganan jalan pada tahun 2026 dari dua sumber tersebut mencapai sekitar 3 kilometer.
Dukungan CSR tersebut menjadi tambahan penting dalam pembangunan infrastruktur daerah. Namun, proses pelaksanaannya memiliki mekanisme tersendiri karena pekerjaan harus melalui proses pengadaan atau tender dari pihak perusahaan.
“CSR itu sebenarnya tidak bisa langsung. Kalau tender lewat Petro itu, tahun ini di tenderkan kerjaan kadang tahun depan atau pertengahan tahun. Itu agak lama proses tender di Petro, tidak sama dengan mekanisme yang kita punya,” jelasnya.
Pemkab Tanjab Timur sendiri tetap membuka peluang untuk melakukan pembangunan infrastruktur sepanjang menjadi kewenangan pemerintah daerah dan tersedia dukungan anggaran.
Menurutnya, penentuan prioritas pembangunan nantinya tetap disesuaikan dengan kewenangan serta kebijakan pemerintah daerah, termasuk arahan kepala daerah.
Dengan keterbatasan anggaran, sinergi antara pemerintah, pemerintah pusat, TNI, perusahaan melalui CSR, serta pihak terkait lainnya menjadi penting agar kebutuhan infrastruktur masyarakat tetap dapat ditangani secara bertahap.(BSG).
